- Wamen PU Diana Kusumastuti menyatakan PSEL dapat mengurangi beban timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.
- Pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek PSEL di 34 titik mulai Januari hingga Maret mendatang.
- Proyek PSEL mendesak dilakukan karena volume timbunan sampah harian di lokasi tersebut mencapai lebih dari 1.000 ton.
SuaraSulsel.id - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengatakan pemanfaatan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dapat mengurangi beban timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir/TPA sampah.
"PSEL merupakan infrastruktur yang diharapkan dapat mengurangi beban timbunan sampah di TPA sampah," ujar Diana kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (9/1).
Ia mengatakan sejumlah kondisi TPA sampah yang saat ini kelebihan beban atau overload merupakan bentuk akumulasi.
Dari masih belum optimalnya upaya pengurangan serta pemilahan dan pengolahan sampah di sumber, komunal atau kawasan.
Sehingga seluruh sampah saat ini secara dominan masih berakhir ditimbun di TPA sampah.
"TPA sampah tetap diperlukan, sebagai satu bagian rangkaian yang tidak terpisahkan dalam sistem pengelolaan sampah secara utuh, yang harus diawali dengan upaya pencegahan sampah, pengurangan sampah, dan pengolahan sampah, sehingga beban dari TPA sampah akan turun, kebutuhan luas lahan TPA sampah mengecil, dan beban pencemaran dari TPA sampah juga akan berkurang," katanya.
Diana mengatakan Kementerian PU berkoordinasi dengan Danantara, kementerian atau lembaga negara lain, serta pemerintah daerah, dalam dukungan infrastruktur yang mendukung kinerja teknik PSEL.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah segera memulai pembangunan proyek "Waste to Energy" atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan diluncurkan di 34 titik.
Prasetyo menjelaskan proyek PSEL merupakan bagian dari program hilirisasi yang akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada bulan Januari hingga Maret mendatang.
Baca Juga: Seluruh Rumah di Makassar Wajib Punya Tempat Pemilahan Sampah, Ini Alasannya!
"Berkenaan dengan (proyek) Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik, yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah," katanya.
Ia mengatakan proyek PSEL segera diluncurkan karena volume timbunan sampah harian mencapai rata-rata 1.000 ton per hari.
Oleh karenanya, pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045