- Pemkab Gowa menyerahkan 3.924 SK PPPK Paruh Waktu kepada tenaga honorer pada Senin, 5 Januari 2026.
- Ribuan penerima SK ini mencakup formasi Guru, Kesehatan, dan Tenaga Teknis yang telah mengabdi lama.
- Bupati Gowa menekankan status baru ini harus diiringi peningkatan disiplin dan tanggung jawab pelayanan publik.
SuaraSulsel.id - Mengawali kalender kerja tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memberikan kado spesial bagi ribuan tenaga honorernya.
Sebanyak 3.924 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi diserahkan di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Senin (5/1).
Suasana haru dan bahagia menyelimuti lapangan saat Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyerahkan langsung SK tersebut.
Penyerahan ini menjadi langkah besar pertama Pemkab Gowa di tahun baru, menyusul mutasi pejabat eselon II yang dilakukan tepat sebelum menutup tahun 2025 lalu.
"Di awal tahun 2026 ini, kita mulai dengan melantik PPPK Paruh Waktu yang selama ini telah setia mengabdi. Ini adalah hadiah tahun baru dari pemerintah untuk kalian semua," ujar Sitti Husniah Talenrang disambut tepuk tangan riuh para pegawai.
Guru hingga Tenaga Teknis
Ribuan pegawai yang menerima kepastian status ini terbagi dalam tiga formasi utama, yaitu 1.005 orang Tenaga Guru. 829 orang Tenaga Kesehatan. 2.090 orang Tenaga Teknis.
Bupati yang akrab disapa Daeng Talenrang ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Gowa tidak lepas dari tangan dingin para pegawai di lapangan.
"Kami bangga kepada kalian. Pemerintah tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa kolaborasi seluruh pegawai. Kita berdiri di barisan yang sama untuk satu tujuan: melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Baca Juga: Cekcok Soal Warisan, Pemuda di Gowa Tikam Paman Pakai Tombak
Kisah Haru: Penjaga Sekolah Mengabdi Sejak 1988
Di balik ribuan SK yang dibagikan, terselip kisah-kisah perjuangan yang menyentuh hati.
Salah satunya datang dari Muhammad Bakri Beta, seorang penjaga sekolah di SMPN 1 Bajeng Barat.
Bakri bukanlah orang baru di dunia pendidikan Gowa. Ia telah mengabdi sejak tahun 1988—masa di mana ia hanya menerima honor sebesar Rp20 ribu per bulan.
Setelah puluhan tahun menanti, hari ini ia resmi menyandang status PPPK.
"Alhamdulillah, sangat bahagia dan terharu. Penantian panjang ini akhirnya berbuah manis," ungkap Bakri dengan mata berkaca-kaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
Terkini
-
4 Anggota Brimob Diamankan Usai Tembak Warga di Lokasi Tambang Ilegal
-
34 Proyek 'Waste to Energy' Akan Dibangun di Seluruh Indonesia
-
Kepala Daerah Dipilih DPRD? Parpol di Sulawesi Selatan Terbelah
-
Pemprov Sulsel Umumkan Tender Preservasi Jalan Rp278,6 Miliar
-
Banjir Rendam Donggala, Angin Kencang Rusak Rumah di Palu