- Seorang pria berinisial A (47) tewas dikeroyok massa di Tompobulu, Gowa, setelah diduga memerkosa perempuan difabel.
- Korban sempat bersembunyi empat hari sebelum ditemukan warga saat mencari makan, kemudian diseret motor.
- Polres Gowa telah mengirim tim gabungan untuk mendalami kasus pengeroyokan brutal yang terjadi pada 3 Desember 2025.
Arakan itu dilakukan keliling tiga kampung. Mulai dari perbatasan Desa Rappoala menuju Desa Rappolemba hingga ke Kelurahan Cikoro'.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi A yang sudah tak berdaya. Tubuhnya terikat di sadel motor dalam posisi telentang, sementara sejumlah warga tampak menarik motor dan mengarak jasadnya.
"Jadi sebenarnya sudah meninggal waktu ditarik pakai motor," sebutnya.
DT juga mengaku mendapatkan informasi dari petugas puskesmas. Bahwa alat kelamin A diduga dipotong oleh warga saat pengeroyokan. Sama seperti foto-foto yang beredar luas.
"Iya, memang benar alat kelaminnya dipotong," ungkapnya.
Menurut DT, aksi kekerasan itu merupakan puncak dari akumulasi kemarahan warga terhadap A. Ia dikatakan sudah lama membuat resah dan beberapa kali keluar masuk penjara.
"A ini memang sudah lama ditolak warga kembali ke kampung. Beberapa tahun lalu juga pernah terlibat kasus pelecehan seksual dan tidak mau bertanggung jawab," katanya.
A juga disebut pernah mencuri uang sekitar Rp80 juta dan menjalani hukuman dua tahun penjara. Setelah bebas, ia masih disebut melakukan sejumlah tindakan kriminal lain, termasuk dugaan pencurian laptop sehari sebelum dugaan pemerkosaan terhadap perempuan difabel tersebut.
Kondisi korban pemerkosaan yang merupakan penyandang disabilitas dengan gangguan mental turut memperparah emosi warga.
Baca Juga: Pengeroyokan Sadis di Gowa: Tangan Terikat, Diseret Pakai Motor, Lalu Dibacok Parang
"Korban ini kasihan, mengalami keterbatasan mental. Jadi warga betul-betul marah," ujar DT.
Situasi Kampung Kondusif
Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaeman membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan kondisi keamanan di Desa Rappolemba, Desa Rappoala, dan Kelurahan Cikoro’ saat ini sudah kembali terkendali.
"Memang beredar beberapa video terkait penganiayaan terhadap seseorang. Kami telah berkoordinasi dengan Polsek Tompobulu, dan berdasarkan laporan terakhir, situasi sudah kondusif," kata Aldy.
Untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut dan mengamankan lokasi, Polres Gowa mengirimkan tim gabungan ke tempat kejadian perkara dengan perjalanan yang memakan waktu sekitar empat jam.
"Kami menurunkan personel dari Dokkes untuk melakukan visum luar, juga dari Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Binmas, dan Kapolsek setempat. Kami juga berkoordinasi dengan tim Dokpol Polda Sulsel," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terkini
-
7 Rahasia Black Box Pesawat yang Jarang Diketahui Publik
-
Isak Tangis Iringi Penyerahan Jenazah Pramugari Florencia Lolita Wibisono
-
Tim Khusus Temukan Black Box di Ekor Pesawat Dalam Kondisi Utuh
-
Ingin Masuk Unhas Jalur Ketua OSIS? Pahami Syarat, Penilaian, dan Aturannya
-
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Pramugari Atas Nama Florencia Lolita