- Polda Sulsel akan segera menetapkan satu tersangka tambahan dalam kasus perdagangan anak yang melibatkan penculikan Balqis dari Makassar hingga Jambi.
- Hingga kini empat tersangka utama telah ditetapkan, terlibat dalam peran berbeda mulai dari penculikan oleh SY hingga jaringan jual beli antar wilayah.
- Pelaku utama, SY, juga menjual tiga anak kandungnya sendiri seharga total Rp300 ribu kepada pihak tidak dikenal di Makassar tahun 2022-2023.
SuaraSulsel.id - Pengusutan kasus penculikan dan perdagangan anak yang menimpa Bilqis, bocah empat tahun asal Makassar yang dijual hingga ke wilayah Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi terus bergulir.
Polda Sulawesi Selatan memastikan akan menetapkan satu tersangka tambahan dalam waktu dekat.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, penetapan tersangka baru dilakukan setelah penyidik menemukan peran pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan jual-beli anak.
Namun, ia masih enggan membeberkan lebih jauh peran calon tersangka baru itu.
"Insyaallah akan nambah satu tersangka. Nanti akan disampaikan kalau sudah ada proses penangkapan. Kami masih melihat TKP ataupun yurisdiksinya ada di Polda Sulsel," ujarnya kepada media di Mapolda Sulawesi Selatan, Rabu, 19 November 2025.
Informasi yang dihimpun menyebutkan terduga tersangka baru itu diduga merupakan pembeli anak dari tersangka utama, Sri Yuliana (SY) yang menculik Balqis dari Taman Pakui Sayang, Makassar.
Hingga kini, polisi telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah SY (30), NH (29), MA (42), dan AS (36).
Keempatnya terlibat dalam berbagai peran. Mulai dari penculikan hingga jaringan perdagangan anak.
SY, pelaku utama penculikan Balqis, mengakui telah menyerahkan tiga dari lima anak kandungnya sendiri kepada orang tak dikenal di Makassar pada 2022-2023.
Baca Juga: 7 Polisi Ini Dapat Penghargaan Gubernur Sulsel Karena Mengungkap Penculikan Bilqis
Setiap anak dihargai sekitar Rp100 ribu. Total hanya Rp300 ribu.
Sisa dua anaknya kini diamankan oleh UPTD PPA DP3A Makassar.
Sementara NH, warga Sukoharjo, berperan sebagai perantara adopsi ilegal.
Sejak Mei 2025, ia aktif menawarkan bayi dan balita melalui Facebook dan Instagram.
Pada Agustus 2025, NH diduga dua kali menyalurkan anak kepada pelaku MA dengan imbalan sekitar Rp1 juta.
MA berperan sebagai pembeli sekaligus penjual bayi dan balita. Ia bekerja sama dengan seseorang berinisial L di Jambi.
Pada Agustus-September 2025 saja, MA tercatat melakukan sedikitnya tujuh transaksi dengan membeli bayi dari ibu kandung seharga Rp16-22 juta, lalu menjualnya kembali ke kelompok tertentu di Jambi seharga Rp26-28 juta.
Adapun AS bertindak sebagai penerima bayi atau balita dari jaringan L di Jambi sebelum kembali menyalurkannya. AS sendiri diduga telah menjual sedikitnya sembilan anak.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan SY menikah dengan seorang pria berinisial OD pada 2016 dan memiliki lima anak.
Namun, rumah tangganya tidak bertahan, dan OD kini tinggal terpisah di Papua.
Dalam kondisi miskin dan tanpa dukungan suami, SY diduga menyerahkan tiga anaknya kepada orang tak dikenal di kawasan Jalan Malengkeri, Makassar.
Ketiga anak itu memiliki inisial RT, RJ, dan P.
"Hanya menerima uang Rp300 ribu," kata Didik.
Dua anak yang tersisa, FB dan FS, kini berada dalam perlindungan DP3A Makassar dan menjalani pendampingan psikologis.
Keberadaan tiga anak SY yang hilang pertama kali terungkap dari pengakuan kakak korban, yang kini ditampung DP3A Makassar.
Anak tersebut mengatakan kepada petugas bahwa tiga adiknya telah dijual ibunya.
Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar membenarkan informasi tersebut.
"Si kakak bilang tiga adiknya sudah dijual oleh ibunya. Semua informasinya dari anaknya sendiri," ujar Ita.
DP3A menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi. Dua anak itu dititipkan ke rumah aman karena ibunya kini berada dalam tahanan.
Dugaan lain yang membuat publik terkejut adalah bahwa dua anak SY digunakan untuk memancing Balqis agar mau ikut bersama mereka pada hari kejadian.
Konselor Hukum UPTD PPA Makassar, Sitti Aisyah menyebut kedua anak itu adalah sosok anak-anak yang terekam CCTV di Taman Pakui Sayang, Minggu, 2 November 2025.
"Dua anak yang terekam CCTV itu adalah anak kandung pelaku," ungkap Aisyah.
Mereka diminta SY mendekati Balqis dengan ajakan bermain, sebelum akhirnya Balqis dibawa pergi dan diserahkan kepada jaringan perdagangan anak.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
KPU: Putri Dakka Gantikan RMS di DPR RI
-
Hari Pertama Sekolah: Siswa Nangis, Mengantuk Hingga Usil Ganggu Teman
-
Wajah Baru Stadion Sudiang Mulai Menjulang, Intip Progres Megaproyek Rp674 Miliar
-
Siap Rebut Kursi Ketua Golkar Sulsel, IAS Bawa Pasukan Besar ke Kantor DPD I
-
Revitalisasi Benteng Rotterdam Segera Dikaji Kementerian Kebudayaan