- Pemkab Sitaro mengumumkan gangguan internet sementara akibat restorasi kabel bawah laut Palapa Ring Tengah pada 28 Mei–2 Juni 2026.
- Kementerian Komdigi dan BAKTI melakukan perbaikan segmen Tahuna-Melonguane menggunakan kapal Pacific Guardian untuk memulihkan konektivitas di wilayah 3T.
- Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar layanan digital vital bagi masyarakat tetap berjalan selama proses restorasi kabel berlangsung.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulut, mengeluarkan pengumuman terkait restorasi Palapa Ring Tengah sehingga internet di wilayah kepulauan tersebut putus sementara waktu.
"Pengumuman ini berdasarkan surat dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), mereka akan menyiapkan langkah mitigasi guna menjaga layanan komunikasi dan internet bagi masyarakat di Sitaro dan Sangihe," kata Sekretaris Dinas Kominfo Sitaro, Stenli Tukunang, melalui keterangan tertulis di Manado, Kamis (28/5).
Menurut Tukunang, sesuai dengan isi surat dimana langkah tersebut dilakukan menyusul adanya gangguan partial cut kabel serat optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna-Melonguane milik BAKTI.
"Sehingga untuk sementara waktu jaringan internet akan terputus dan akan menjalani proses restorasi mulai 28 Mei hingga 2 Juni 2026," jelas dia.
Kata dia, pemulihan konektivitas layanan internet di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) sangat penting, khususnya di Kepulauan Sitaro.
Mobilitas akan penggunaan internet sangat penting dalam mendukung semua sektor di Sitaro.
Tukunang menyebut, informasi ini tertuang dalam surat pemberitahuan resmi BAKTI Nomor 092/BAKTI.31/UM.01.01/05/2026 tertanggal 27 Mei 2026 yang ditujukan kepada Plt Bupati Kepulauan Sitaro dan Bupati Kepulauan Sangihe.
Menurutnya, surat Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Ditjen Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Indra Maulana menegaskan konektivitas digital di wilayah kepulauan dan perbatasan merupakan infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Pada keterangan Kementerian Komdigi, pemerintah tidak ingin masyarakat di wilayah kepulauan mengalami gangguan komunikasi berkepanjangan.
Baca Juga: Survei APJII Segini Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026
Karena itu seluruh tahapan restorasi dipantau secara intensif dan layanan prioritas disiapkan tetap berjalan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Konektivitas di wilayah perbatasan menopang berbagai layanan penting mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, transaksi ekonomi masyarakat hingga komunikasi kebencanaan.
Isi surat yang diurai Pemkab Sitaro bahwa BAKTI lakukan proses restorasi kembali dilanjutkan setelah kesiapan teknis kapal penggelaran kabel fiber optik Pacific Guardian dinyatakan siap melaksanakan operasi pemulihan jaringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan
-
Nusron Wahid Masih Bisa ke Luar Negeri, KPK Pertimbangkan Statusnya sebagai Menteri
-
Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat
-
Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen
-
Jokowi Tunjukkan Ijazah Depan Wajah Roy Suryo