- Ratusan aparat gabungan TNI dan Polri menggelar operasi penyisiran di Kampung Borta dan Sapiria, Makassar, pada Rabu dini hari setelah bentrokan menyebabkan tujuh rumah terbakar dan korban jiwa.
- Penyisiran ini bertujuan mencari pelaku tawuran dan provokator, di mana beberapa terduga serta barang bukti seperti senjata dan alat sabu berhasil diamankan aparat gabungan.
- Pemicu kekacauan terbaru adalah tewasnya seorang pemuda bernama Civas usai pemakaman, yang kemudian memicu serangan balasan berujung pembakaran tujuh rumah warga di sekitar TPU Beroangin.
"Wilayah sudah relatif aman meski sempat terjadi beberapa gangguan. Penebalan pasukan tetap dilakukan," sebutnya.
Tawuran Pecah Usai Pemakaman, Tujuh Rumah Dibakar
Kekacauan bermula pada Selasa, 18 November 2025 sekitar pukul 13.30 Wita. Tak lama setelah pemuda Sapiria bernama Nur Syam atau Civas dimakamkan.
Pemuda tersebut sebelumnya dilaporkan tewas karena diduga terkena tembakan senapan angin di bagian kepala saat bentrokan antarwarga pecah sehari sebelumnya.
Setelah prosesi pemakaman selesai, situasi di sekitar TPU Beroangin berubah panas.
Dua kelompok kembali saling serang menggunakan batu, busur, hingga petasan.
Di tengah situasi yang tak terkendali, api tiba-tiba muncul dari permukiman padat di sekitar lokasi.
Dalam hitungan menit, kobaran api melalap tujuh rumah warga.
Kepala Bidang Operasi Pemadam Kebakaran Makassar, Cakrawala, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah menerima informasi awal mengenai potensi bentrokan.
Damkar bahkan telah menempatkan armada di sekitar TPU untuk antisipasi. Namun ketika laporan kebakaran masuk, situasi sudah sangat kacau.
Baca Juga: Bos Geng Sapiria Tewas Ditembak, Pria Bertopeng Bakar Rumah dan Kendaraan di Makassar
"Pada saat informasi masuk, kebakaran sudah terjadi. Armada bergerak, tapi situasinya sangat krusial," kata Cakrawala.
Tawuran yang masih berlangsung serta padatnya warga membuat akses ke titik api terhambat.
Sebanyak 14 armada dikerahkan dari berbagai pos untuk mencegah api merembet lebih luas.
Meski begitu, tujuh bangunan tetap ludes.
"Pendataan lengkap akan dilakukan BPBD, sementara tujuh petak rumah dilaporkan terbakar," ujarnya.
Cakrawala menduga kebakaran tersebut disengaja. Petugas menemukan sejumlah jeriken berisi bahan bakar di sekitar lokasi.
"Memang saat tawuran berlangsung banyak terdengar ledakan petasan. Soal korban jiwa dari kebakaran belum ada laporan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
BRI Tekan Cost of Fund lewat Penguatan Dana Murah di Bawah Supervisi Danantara
-
54 Ribu Ibu Hamil Akan Pecahkan Rekor MURI di Perayaan HUT Dekranas
-
Bareskrim Polri Tolak Tangani Laporan Bupati Gowa Husniah Talenrang
-
Persaingan Appi vs IAS Memanas! Bahlil Akan Buka Musda Golkar Sulsel
-
Indonesia Impor Perdana Babi Asal Denmark