- Proyek pembangunan ruang kelas tersebut dikerjakan CV Mega Buana Persada dan konsultan pengawasnya CV Lingkar Karya Consultant
- Nama paket jasa konstruksi pembangunan gedung ruang kelas sekolah dengan kontrak 2,5 miliar
- Runtuhnya bangunan yang telah di cor tersebut untuk segmen I dan II itu menimbulkan pertanyaan
SuaraSulsel.id - Tim Satuan Kerja Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan menginvestigasi dugaan kelalaian proyek pembangunan ruang kelas di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 2.
Usai lantai dua ambruk setelah pengecoran plat, di Jalan Papekang, Lambusu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
"Kami panggil kontraktor pelaksana, perencana dan pengawas. Dari ketiga pihak yang kami konfirmasi mereka mengatakan seluruh aspek, spesifikasi bahkan SOP dalam pengecoran ketat," kata Ketua Tim Pengadaan Barang dan Jasa Kanwil Kemenag Sulsel Supriyadi Alwi di Makassar, Sabtu (8/11).
Proyek pembangunan ruang kelas tersebut dikerjakan CV Mega Buana Persada dan konsultan pengawasnya CV Lingkar Karya Consultant dengan nama paket jasa konstruksi pembangunan gedung ruang kelas sekolah setempat.
Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp2,54 miliar lebih bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Surat Berharga Syariah Negara (APBN-SBSN) Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksana 100 hari kerja dimulai 23 September 2025
Menurut dia, runtuhnya bangunan yang telah di cor tersebut untuk segmen I dan II itu menimbulkan pertanyaan. Meski ketiga pihak yang diminta keterangan berdalih sudah mengerjakan sesuai bestek, atau peraturan dan syarat konstruksi.
"Ini menjadi pertanyaan kepada tiga pihak yang di sana, sampai hari ini masih belum menemukan kira-kira di mana letak kesalahannya (masih di investigasi) kenapa bisa ambruk," tuturnya.
Meski demikian, dari hasil rapat bersama pimpinan Kanwil Kemenag Sulsel, telah disepakati perusahaan pemenang proyek beserta perencana dan pengawasnya tetap melanjutkan pekerjaannya sampai selesai.
Sedangkan untuk kerugian material ditanggung pihak pelaksana proyek dalam hal ini kontraktornya. Sedangkan pihak Satker Kanwil Kemenag Sulsel menekankan, tidak akan memberikan kompensasi ataupun penambahan anggaran usai kejadian itu.
Baca Juga: Anggota Polisi Terseret Kasus Penipuan Anggota DPRD Takalar
"Itu sudah jadi resiko pelaksana dan ada diklausul kontrak. Kecuali force major atau keadaan darurat baru bisa kita anggarkan. Ini bukan force major (bencana alam) mungkin ada (kelalaian) penahan penyangga rubuh, jadinya ambruk," ungkap Supriyadi.
Beruntung saat kejadian pada Selasa 4 Oktober 2025, tidak ada korban jiwa. Selanjutnya diminta segera melakukan pembersihan dan percepatan pembangunan ulang bangunan yang amruk tersebut mengingat batas Waktu serta bagian dari prioritas presiden di SBSN.
"Kami juga dapat laporan konfirmasi pihak pelaksana, perencana dan pengawas telah dipanggil (penyidik) Polda Sulsel. Kami juga adakan pendampingan, jadi mereka sudah mengklarifikasi di sana. Pihak Polda meminta segera dilakukan clearing (pembersihan) dan kontraktornya bertanggungjawab," katanya.
Saat ditanyakan berapa kerugian yang dialami usia kejadian itu, Supriyadi menyatakan bukan kapasitasnya menjelaskan, tapi ada tim auditor yang nantinya mengaudit setelah proyek ini selesai hingga Desember 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kasus Kekerasan Mahasiswi Kaltara di Makassar, Gubernur: Tangkap Pelaku, Jangan Pojokkan Korban!
-
Gunung Awu Sangihe Menggeliat, Gempa Vulkanik Dangkal Meningkat
-
Sabu Rp2,7 Miliar Lolos Tiga Bandara Besar, Keamanan Bandara Indonesia Disorot
-
Skandal Hukum Baznas Enrekang: Kejari Ngotot Banding di Tengah Isu Pemerasan Rp2 Miliar
-
20 Tahun Duduki Fasum, 16 Lapak PKL di Samping Tol Dibongkar