- Penonaktifan Rektor UNM dijatuhkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
- Diduga terkait kasus pelecehan seksual terhadap dosen dan mahasiswi
- Langkah cepat kementerian patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan kepada korban
QDB juga menanggapi pihak-pihak yang menyebut sang rektor tidak bersalah. Menurutnya, keputusan kementerian yang mencopot jabatan rektor menunjukkan adanya pelanggaran serius.
"Kalau sanksi sudah dijatuhkan, berarti ada pelanggaran. Tapi anehnya justru kami yang disalahkan saat berani bersuara. Saya sendiri butuh waktu dua tahun untuk berani bicara karena sempat diintimidasi. Bagaimana dengan mahasiswa yang punya relasi kuasa dengan pelaku? Mereka pasti lebih takut," tegas QDB.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan masih mendalami kasus dugaan chat mesum yang diduga dilakukan Prof. Karta Jayadi terhadap QDB.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Dedi Supriyadi menyebut pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi ahli, termasuk ahli hukum pidana dan ahli bahasa.
"Untuk kasus di UNM masih tahap penyelidikan. Kita sudah menghadirkan saksi ahli hukum pidana dan ahli bahasa," kata Dedi.
Saat ini penyidik masih menunggu kehadiran saksi ahli dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memberikan keterangan teknis terkait isi percakapan yang dilaporkan.
"Kita tunggu dari Komdigi. Mereka ini instansi pemerintah, jadi kita masih menyesuaikan jadwalnya," jelasnya.
Menurut Dedi, penyidik baru bisa menentukan apakah tindakan Karta Jayadi memenuhi unsur pidana setelah seluruh saksi ahli diperiksa dan gelar perkara dilakukan.
Baik QDB atau Prof Karta sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Diketahui, keduanya masing-masing melapor, satu terkait dugaan pelecehan seksual, satu lagi dugaan pencemaran nama baik.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Rektor UNM Diberhentikan! Menteri Turun Tangan Usut Kasus Pelecehan
"Setelah itu baru kita gelar perkara. Dari hasil gelar itu nanti akan diketahui hasilnya," ujarnya.
Di sisi lain, puluhan mahasiswa UNM berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Menara Phinisi, Selasa, 4 November 2025 untuk menuntut transparansi dan keadilan dalam kasus tersebut.
Lembaga eksternal kampus yang fokus mendampingi korban kekerasan seksual, MekdiUNM, menyebut perjuangan korban terutama mahasiswi sangat berat.
"Selama dua bulan lebih, korban mengikuti seluruh proses advokasi dengan penuh tekanan. Ia mengalami kesedihan, keraguan, dan tekanan batin luar biasa. Hampir tiap malam sulit tidur," tulis MekdiUNM di media sosialnya.
Mereka berharap aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas bagi semua korban kekerasan seksual di kampus, sekaligus menekan pihak universitas agar lebih serius dalam pencegahan dan penanganan kasus serupa.
"Demo nanti bukan sekadar aksi, tapi simbol dukungan untuk seluruh korban. Kami ingin menunjukkan bahwa kekerasan seksual di kampus tidak boleh lagi ditutup-tutupi."
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo
-
Respons Tegas Bupati Gowa Husniah Talenrang Pasca Rumah dan Kantor Digeledah Polisi
-
16 Fakta Penggeledahan Dugaan Korupsi di Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa