- Festival tahunan yang lahir di Makassar itu menapaki jalan baru
- Menjadikan musik sebagai medium kesadaran iklim
- Seluruh kegiatan di festival diarahkan agar lebih ramah lingkungan
SuaraSulsel.id - Di tengah derasnya arus festival musik yang kerap hanya jadi ajang hiburan, Rock In Celebes mencoba berjalan ke arah yang berbeda.
Di edisi ke-16 tahun ini, festival tahunan yang lahir di Makassar itu menapaki jalan baru. Menjadikan musik sebagai medium kesadaran iklim.
Festival yang akan digelar pada 1-2 November 2025 di Fort Rotterdam itu kini berkolaborasi dengan IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab) dan Music Declares Emergency Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan musik sebagai ruang edukasi dan refleksi atas krisis iklim yang semakin nyata.
"Musik tidak hanya jadi hiburan, tapi bisa menjadi ruang bersama untuk mengingatkan kita bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja," ujar promotor Rock In Celebes, Ardi Siji, Kamis, 30 Oktober 2025.
Sejak awal berdirinya, Rock In Celebes dikenal sebagai panggung lintas genre yang melahirkan kolaborasi dan energi kebebasan. Kini, semangat itu meluas menjadi kepedulian ekologis.
Tahun ini, seluruh kegiatan di festival diarahkan agar lebih ramah lingkungan.
Ardi menuturkan, konsep festival tahun ini dirancang lebih berkelanjutan. Seluruh aktivitas di dalamnya, mulai dari tata kelola sampah hingga sistem konsumsi, diarahkan untuk mengurangi jejak karbon.
Panitia meniadakan plastik sekali pakai, menyediakan stasiun isi ulang air minum gratis, dan mengimbau pengunjung membawa alat makan serta minum sendiri.
Baca Juga: Menteri Agama: Kerusakan Iklim Telan Korban 4 Juta Jiwa
"Langkah kecil, tapi kalau dilakukan bersama bisa berdampak besar," katanya.
Selain pengelolaan sampah, panitia juga bekerja sama dengan komunitas lingkungan untuk memantau dan mengevaluasi dampak acara terhadap sekitar.
Bagi Ardi, ini bukan sekadar festival, melainkan ruang di mana kesadaran ekologis diuji dan diterapkan langsung di lapangan.
Rock In Celebes kali ini juga menampilkan album kompilasi "Sonic/Panic Vol. 3" yang digarap oleh jaringan IKLIM.
Proyek ini mempertemukan musisi lintas genre untuk menyuarakan keresahan terhadap krisis iklim melalui karya mereka.
Nama-nama seperti Navicula, Efek Rumah Kaca, Tony Q Rastafara, Sukatani, Kunto Aji hingga The Brandals akan bergantian mengisi panggung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Appi, IAS, dan DP Salat Id di Lapangan Karebosi
-
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid Jadi Khatib Salat Id di Masjid Raya Baitul Khairaat
-
7 Napi di Sultra Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Khusus
-
Wacana Pemotongan Gaji Menteri: JK Ungkap Gaji Asli Menteri Ternyata 'Hanya' Segini
-
TNI AL Jadikan Kapal Perang 'Taman Bermain' Rakyat di Hari Raya Lebaran