- Ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya setelah dua hari tak bisa dihubungi keluarga
- Tubuh AN tampak membengkak, wajah menghitam, dan mulut berbusa
- AN sempat mengeluh sakit sebelum kejadian
SuaraSulsel.id - Seorang mahasiswi kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, berinisial AN.
Ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya setelah dua hari tak bisa dihubungi keluarga.
Korban pertama kali ditemukan oleh pamannya bersama teman kosnya, FA, sekitar pukul 16.15 Wita. Mereka datang setelah AN tidak merespons pesan dan panggilan telepon sejak dua hari terakhir.
“Omnya mulai curiga karena biasanya AN selalu membalas pesan. Tapi dua hari ini hilang kabar, makanya beliau datang ke kos untuk memastikan,” kata FA, Kamis (30/10).
Setibanya di lokasi, mereka mengetuk pintu kamar berulang kali, namun tak ada jawaban. Pintu juga tak bisa dibuka karena terkunci dari dalam.
FA akhirnya naik ke lantai dua dan mengintip lewat ventilasi. Dari celah kecil itu, ia melihat tubuh AN sudah tergeletak tak bergerak di lantai.
“Pas diintip badannya sudah bengkak, mulutnya berbusa,” ujarnya.
Petugas Polsek Tamalanrea segera tiba di lokasi setelah laporan disampaikan keluarga. Kondisi kamar korban terlihat berantakan dan dipenuhi tumpukan sampah.
Dari pemeriksaan awal, tubuh AN tampak membengkak, wajah menghitam, dan mulut berbusa—mengindikasikan korban kemungkinan sudah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Mahasiswa Kedokteran UMI Ditemukan Tak Bernyawa Setelah 2 Hari Hilang Kontak
Pamannya mengaku, AN sempat mengeluh sakit sebelum kejadian.
“Katanya dia sering bilang capek karena lagi koas. Baru-baru ini juga sempat minta dikasih obat sama diinfus sama temannya pada Minggu lalu,” ungkapnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban terakhir terlihat keluar kamar pada Minggu sore. Setelah itu, tak ada lagi aktivitas terekam.
Kepala Polsek Tamalanrea, Kompol Muh. Yusuf, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Namun, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Yusuf, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, polisi masih menelusuri keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta kampus tempat korban menempuh pendidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus