- Dulu anak-anak belajar di bawah nyala lampu minyak yang redup dan berasap
- PLN menghadirkan SuperSUN, sistem pembangkit listrik tenaga surya dilengkapi battery energy storage system
- Hampir semua warga kini punya TV
Ikan hasil tangkapan nelayan bisa disimpan di kulkas tanpa takut busuk. Dan yang paling penting, anak-anak di pulau itu kini punya waktu belajar lebih panjang.
"Dulu anak-anak kalau mau belajar malam sering ketiduran karena lampunya habis minyak. Sekarang rumah mereka terang. Mereka semangat belajar," kata Arif.
Energi Berdaulat untuk Masa Depan Anak Bangsa
Jarak Pulau Satangnga memang tak seberapa jauh dari daratan Sulawesi Selatan. Hanya sekitar satu setengah jam perjalanan laut.
Namun, untuk urusan listrik, pulau ini sempat seperti dunia lain.
Infrastruktur terbatas, bahan bakar sulit dijangkau, dan akses pendidikan terhambat karena gelap yang terlalu panjang.
Namun, PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses listrik ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), seperti di Pulau Satangnga.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi PLN karena daerah 3T memiliki karakteristik yang sulit dijangkau secara geografis dan infrastruktur yang terbatas.
Kini, dengan SuperSUN, cahaya bukan lagi barang mewah. Sembilan fasilitas umum di pulau tersebut sudah tersambung ke jaringan energi bersih itu.
Baca Juga: Makassar Gigit Jari? Dana Triliunan Proyek PSEL Terancam Melayang
Sebanyak 128 siswa SDN dan Sekolah Madrasah Satangnga kini bisa belajar dalam suasana nyaman dan terang, bahkan setelah matahari tenggelam.
"Cahaya yang menyala di malam hari bukan sekadar lampu, tapi simbol masa depan yang mulai berpijar," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar, Edyansyah.
Ia bilang, Pulau Satangnga menjadi bukti nyata bahwa listrik bukan hanya soal energi, tapi tentang harapan dan kehidupan yang lebih baik.
SuperSUN sendiri merupakan inovasi karya anak bangsa dari pegawai PLN.
Teknologi ini menggabungkan PV rooftop dengan sistem penyimpanan baterai berkapasitas mikro, yang memungkinkan suplai energi yang stabil bahkan saat cuaca mendung.
Masyarakat juga bisa memantau penggunaan listrik mereka secara langsung melalui ponsel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'
-
Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin
-
Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?