- Kanwil Ditjenpas Sulsel membantah kabar pesta narkoba saat insiden penikaman narapidana di Lapas Kelas I Makassar pada Mei 2026.
- Hasil pemeriksaan dan tes urine menyatakan insiden penikaman murni akibat kesalahpahaman antarwarga binaan di dalam sel lapas.
- Korban dan pelaku telah sepakat berdamai serta berkomitmen menjaga ketertiban setelah dilakukan pemeriksaan objektif oleh pihak berwenang lapas.
SuaraSulsel.id - Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan membantah ada pesta narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar, menyusul insiden penikaman seorang narapidana terkait dugaan pelaporan penyalahgunaan narkoba di lapas itu.
"Hasil pemeriksaan serta tes urine yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak terkait dengan penyalahgunaan narkoba sebagaimana yang diberitakan," ujar Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi mengklarifikasi kejadian itu di Makassar, Selasa (16/6).
Mulyadi membantah insiden penikaman narapidana di Lapas Makassar karena penyalahgunaan narkoba karena berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden itu berawal dari kesalahpahaman antarpenghuni kamar di dalam sel lapas.
Awalnya, seorang warga binaan baru berinisial MC menempati kamar sel itu dan sering ditegur penghuni kamar lain karena mengganggu ketertiban, khususnya pada saat pelaksanaan ibadah shalat.
Merasa tersinggung ditegur, kemudian terjadi adu mulut yang berujung perkelahian antarwarga binaan. Dalam kondisi emosi, terjadi keributan dan melibatkan warga binaan lainnya sehingga terjadi kekerasan fisik.
Korban MC dikeroyok tiga orang narapidana berinisial BG, AR, dan FR pada 25 Mei 2026 di kamar blok lapas.
Usai kejadian itu, dari hasil pemantauan, kondisi korban sejauh ini berangsur-angsur pulih.
Luka tusukan di badan korban mulai mengering dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun keluhan lanjutan, bahkan sudah beraktivitas seperti biasa.
Mengenai pemberitaan yang beredar berkaitan dugaan pelaporan penyalahgunaan narkoba oleh korban di Lapas Makassar dikaitkan dengan insiden penikaman tersebut, Mulyadi menegaskan hal itu tidak benar.
Baca Juga: Lapas Narkotika Gowa Dirusak Massa, Dituding Sarang Narkoba
Kepastian itu setelah dilaksanakan pemeriksaan pada Senin (15/6), yang dipimpin Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel di Lapas.
Tim Satops Patnal turut melaksanakan tes urine terhadap empat warga binaan yang terlibat. Hasilnya menunjukkan seluruh warga binaan tersebut dinyatakan negatif penyalahgunaan narkoba.
Hasil pemeriksaan tersebut menegaskan bahwa insiden yang terjadi merupakan konflik interpersonal antarwarga binaan yang dipicu kesalahpahaman dan tidak berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di dalam Lapas Kelas I Makassar.
"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang dengan cepat, objektif, dan transparan. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Sulsel," katanya.
Para pihak yang terlibat dalam insiden itu telah menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan menandatangani surat pernyataan damai.
Pelaku dan korban sepakat saling memaafkan, tidak memperpanjang permasalahan, tidak membalas dan berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban serta mematuhi tata tertib dalam lapas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS