Bernardo Tavares, memilih mundur sebagai pelatih PSM Makassar (ligaindonesiabaru.com)
Baca 10 detik
- Dalam pernyataan emosionalnya, sang pelatih menyampaikan rasa terima kasih
- Tiga setengah tahun melatih PSM, ia harus menghadapi persoalan pembayaran gaji yang berulang
- Sanksi FIFA serta reputasi klub terkait pembayaran gaji juga membuat PSM kesulitan mendatangkan pemain baru
-Semifinalis ASEAN Club Championship 2024/25
Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir PSM Makassar menjadi klub Indonesia dengan penampilan internasional terbaik, meski harus bermain di luar Sulawesi tanpa stadion di Makassar.
“Kami juga berhasil mencetak skuad termuda di liga, dengan banyak pemain yang dipanggil ke timnas Indonesia usia muda maupun senior,” tambahnya.
Pernyataan itu ditutup dengan nada haru. “Saya pergi dengan rasa sakit, tapi juga dengan kebanggaan. PSM Makassar akan selalu ada di hati saya.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Desain Ulang Jembatan Barombong, Konsep Kembar Berubah?
-
KKB Bakar Pesawat di Kabupaten Yahukimo, Pilot Dikabarkan Tewas
-
1.184 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang Mei
-
Remaja di Makassar Rekayasa Penculikan Sendiri, Kirim Voice Note Menangis Minta Tebusan Rp5 Juta
-
6 Kepala Sekolah di Makassar Mengaku Jadi Korban Jual Beli Jabatan