- Lima orang tewas dan satu terluka akibat longsor di tambang ilegal Gorontalo pada Rabu sore.
- Polisi bersama warga berhasil mengevakuasi seluruh korban dan kini menghentikan aktivitas tambang demi keamanan.
- Pihak kepolisian menunda olah TKP lanjutan karena ancaman longsor susulan masih membahayakan keselamatan petugas.
SuaraSulsel.id - Sebanyak lima dari enam warga ditemukan meninggal dunia akibat tanah longsor di kawasan lereng bukit pertambangan emas tanpa izin (PETI) Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala di Gorontalo, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 Wita saat para korban beraktivitas di lokasi PETI.
"Data awal yang kami terima, ada enam orang korban. Lima ditemukan meninggal dunia, dan satu orang mengalami luka-luka sehingga dilarikan ke rumah sakit," kata Sagala.
Setelah menerima informasi kejadian, kepolisian bersama masyarakat setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.
Berkat kerja sama seluruh pihak, para korban berhasil ditemukan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Untuk mencegah jatuhnya korban tambahan, personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato menghentikan seluruh aktivitas di lokasi dan memasang garis polisi.
Namun, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dihentikan sementara karena masih terjadi longsor susulan di kawasan tersebut.
Kepolisian mengkhawatirkan kondisi itu membahayakan keselamatan personel sehingga proses olah TKP untuk mendalami penyebab dan kronologi kejadian belum dapat dilanjutkan.
Sagala mengatakan hingga kini belum ada laporan masyarakat mengenai anggota keluarga yang hilang atau belum ditemukan setelah kejadian tersebut.
Baca Juga: Tambang Ilegal 'Gila-gilaan' di Sulsel: 70 Persen Galian C Diduga Tak Berizin
Dengan demikian, pihaknya memperkirakan tidak ada korban lain yang masih tertimbun longsor.
Ia mengatakan Polda Gorontalo dan jajaran dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Pohuwato.
Namun, kejadian tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan secara sembunyi-sembunyi.
"Saat ini proses identifikasi dan olah TKP masih dihentikan untuk sementara waktu. Pihak Polres Pohuwato juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah
-
Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI
-
Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2