Dalam asesmen ini, para bakal calon rektor menjalani berbagai tes kepribadian, seperti Management Style Diagnostic Test (MSDT), Papikostik, dan Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).
Selain itu, mereka juga menghadapi studi kasus dengan pendekatan problem analytic untuk menilai kemampuan menyelesaikan persoalan strategis.
Tidak hanya itu, ada pula sesi Leaderless Group Discussion (LGD) untuk menguji keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan.
Masing-masing kandidat juga diminta melakukan presentasi dan wawancara individu bersama tim asesor dari UGM.
Tim asesor yang memimpin proses ini terdiri dari:
-Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA., IPM., ASEAN Eng
-Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D
-Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog
-Dewi Octavianty, S.Psi
Baca Juga: Kejaksaan Evaluasi Program Beasiswa di Unhas, Ada Apa?
-Dyah Woro Nugraheni, S.Psi
Asesmen berlangsung sepanjang hari dan diharapkan memberi gambaran menyeluruh mengenai kesiapan para kandidat.
Dengan tahapan ini, Unhas menegaskan komitmennya menghadirkan kepemimpinan yang visioner, profesional, dan mampu membawa universitas melangkah lebih jauh di tingkat global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah