Muhammad Yunus
Senin, 05 Mei 2025 | 16:40 WIB
Syarifuddin, penjaga sekolah asal kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, ikut seleksi PPPK tahap II di gedung Rektorat UIM, Senin 5 Mei 2025 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

SuaraSulsel.id - Di usianya yang tak lagi muda, Syarifuddin tetap tersenyum bersama deretan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 di Gedung Rektorat Universitas Islam Makassar (UIM), Senin, 5 Mei 2025.

Ia bukan seorang guru atau tenaga kesehatan. Syarifuddin adalah seorang penjaga sekolah dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Namun, semangatnya jauh melebihi usianya. Tahun depan, pria sederhana ini dijadwalkan memasuki masa pensiun.

Tapi itu tak menyurutkan langkahnya sedikit pun. Ia datang pagi-pagi sekali, setelah menempuh perjalanan sejauh 266 kilo meter.

Syarifuddin tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Di tangan kanannya ada map yang berisi kartu peserta tes. Ia terlihat menyatu di antara para peserta yang mayoritas jauh lebih muda darinya.

"Walaupun saya sudah mau pensiun, saya tetap semangat ikut," ujarnya dengan nada optimistis.

Di wajahnya tak tampak sedikit pun kekhawatiran. Yang terlihat justru pancaran harapan dan kebanggaan bisa sampai di titik ini.

Syarifuddin mengaku tidak menghadapi kendala berarti dalam mengikuti proses seleksi. Bahkan untuk soal-soal berbasis komputer, ia belajar keras agar bisa mengoperasikan laptop.

"Saya belajar pelan-pelan. Alhamdulillah bisa," ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Temukan 'Harta Karun' yang Menyayat Hati di Rumah Warga Miskin Takalar

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir meninjau pelaksanaan seleksi mendatangi langsung bangku Syarifuddin.

Gubernur menjabat tangannya dengan erat dan memberinya semangat secara pribadi.

"Usia bukan penghalang, Pak. Selama kita masih punya niat untuk memperbaiki hidup, semua mungkin," ujar Andi Sudirman.

Ia pun membagikan kisah pribadinya, bagaimana dulu sempat gagal dalam seleksi tentara dan polisi. Namun kini ditakdirkan menjadi Gubernur.

Bagi Sudirman, kisah Syarifuddin adalah kisah tentang semangat yang tidak terukur oleh angka usia. Tapi, tentang ketekunan, pengabdian, dan harapan.

Syarifuddin adalah cermin dari ribuan tenaga honorer lain di Indonesia yang terus berjuang di tengah keterbatasan, demi secercah masa depan yang lebih baik.

Load More