SuaraSulsel.id - Di usianya yang tak lagi muda, Syarifuddin tetap tersenyum bersama deretan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 di Gedung Rektorat Universitas Islam Makassar (UIM), Senin, 5 Mei 2025.
Ia bukan seorang guru atau tenaga kesehatan. Syarifuddin adalah seorang penjaga sekolah dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Namun, semangatnya jauh melebihi usianya. Tahun depan, pria sederhana ini dijadwalkan memasuki masa pensiun.
Tapi itu tak menyurutkan langkahnya sedikit pun. Ia datang pagi-pagi sekali, setelah menempuh perjalanan sejauh 266 kilo meter.
Syarifuddin tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Di tangan kanannya ada map yang berisi kartu peserta tes. Ia terlihat menyatu di antara para peserta yang mayoritas jauh lebih muda darinya.
"Walaupun saya sudah mau pensiun, saya tetap semangat ikut," ujarnya dengan nada optimistis.
Di wajahnya tak tampak sedikit pun kekhawatiran. Yang terlihat justru pancaran harapan dan kebanggaan bisa sampai di titik ini.
Syarifuddin mengaku tidak menghadapi kendala berarti dalam mengikuti proses seleksi. Bahkan untuk soal-soal berbasis komputer, ia belajar keras agar bisa mengoperasikan laptop.
"Saya belajar pelan-pelan. Alhamdulillah bisa," ujarnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Temukan 'Harta Karun' yang Menyayat Hati di Rumah Warga Miskin Takalar
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir meninjau pelaksanaan seleksi mendatangi langsung bangku Syarifuddin.
Gubernur menjabat tangannya dengan erat dan memberinya semangat secara pribadi.
"Usia bukan penghalang, Pak. Selama kita masih punya niat untuk memperbaiki hidup, semua mungkin," ujar Andi Sudirman.
Ia pun membagikan kisah pribadinya, bagaimana dulu sempat gagal dalam seleksi tentara dan polisi. Namun kini ditakdirkan menjadi Gubernur.
Bagi Sudirman, kisah Syarifuddin adalah kisah tentang semangat yang tidak terukur oleh angka usia. Tapi, tentang ketekunan, pengabdian, dan harapan.
Syarifuddin adalah cermin dari ribuan tenaga honorer lain di Indonesia yang terus berjuang di tengah keterbatasan, demi secercah masa depan yang lebih baik.
"Saya senang melihat semangatnya. Saking semangatnya bulan tujuh sudah 58 (tahun). Tapi selalu ada peluang, asalkan semangat," kata Sudirman.
Bagi Syarifuddin, mendaftar seleksi PPPK bukan soal ambisi karier yang menjulang. Ini tentang penghargaan atas dedikasi puluhan tahun sebagai penjaga sekolah.
Syarifuddin juga ingin menunjukkan bahwa setiap pekerjaan di sekolah, tak peduli seberapa kecilnya di mata orang lain, pantas mendapat pengakuan dan peluang yang sama.
"Saya ingin tunjukkan, bahwa penjaga sekolah juga bisa ikut berjuang," katanya pelan.
Dan di sebuah ruangan ujian yang dipenuhi ratusan honorer lainnya, Syarifuddin telah menjadi inspirasi. Bukan karena ia punya jabatan, tapi karena ia punya tekad yang tak lekang oleh waktu.
BKN Pastikan Seleksi PPPK Tahap 2 Berlangsung Transparan
Pada kesempatan tersebut, hadir juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Profesor Zudan Arif Fakrulloh yang meninjau langsung pelaksanaan seleksi PPPK tahap 2.
Zudan menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi PPPK tahap 2 berjalan transparan dan terjadwal dengan ketat. Meskipun tengah beririsan dengan proses penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) tahap 1.
"Tiap hari akan diadakan percepatan penyelesaian tes PPPK. Tahap ini berhimpitan dengan proses penerbitan NIP tahap 1. Ini terus berproses," kata Zudan.
Mantan Pj Gubernur Sulawesi Selatan itu memastikan bahwa untuk CPNS, TMT-nya (Terhitung Mulai Tanggal) akan dimulai pada 1 Juni, dengan batas akhir penyelesaian hingga 30 Juni.
Sementara untuk PPPK, termasuk tahap 2, akan mulai aktif per 1 Oktober.
Zudan juga menjawab pertanyaan seputar kemungkinan adanya optimalisasi formasi dalam seleksi PPPK. Menurutnya, proses optimalisasi akan dilakukan setelah perhitungan menyeluruh untuk tahap 1 dan 2.
Optimalisasi artinya, peserta yang aslinya tidak lulus pada formasi yang dilamar diberi kesempatan di formasi lain.
"Misalnya, ketika ada peserta yang mengundurkan diri karena lokasi penempatan jauh, maka peserta dengan peringkat di bawahnya bisa naik menggantikan," jelasnya.
Kata Zudan, proses seperti itu sudah diterapkan pada seleksi PNS sebelumnya.
Ia menambahkan, hampir semua daerah siap melaksanakan seleksi PPPK tahap 2 tanpa kendala berarti. Tak ada lagi pemda atau instansi yang meminta penundaan, sama seperti pada tahapan pertama.
"Tidak ada laporan minta ditunda seperti dulu. Tahap 1 kan ada 213 kementerian/lembaga dan pemda minta penundaan. Tahap PPPK kedua ini tidak ada yang masuk ke kami meminta penundaan," tegasnya.
Zudan berharap proses seleksi di semua daerah dapat berlangsung lancar dan tidak menyisakan kekosongan formasi.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8