Kedua, penguatan pengawasan wilayah perairan, ketiga terkait dengan konservasi sumber daya laut dan keempat, penguatan ekonomi masyarakat pesisir
Kendati demikian, kata Jala, masih ada kendala dihadapi nelayan terutama dalam hal pengawasan.
Sebab, ada tiga lokasi yang dikelola selama setahun ini namun pengawasannya sangat minim.
"Pengawasan utamanya nelayan datang dari luar (menangkap), jadi mohon kami dibantu sosialisasikan," katanya berharap.
Plt Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Kementerian Kelautan dan Perikanan A Muhammad Ishak Yusma menegaskan.
Pihaknya siap mengawal pengakuan dan perlindungan hak kelola masyarakat lokal di Pulau Langkai dan Lanjukang.
"Kami dari Kementerian bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan siap mengawal program buka tutup. Seperti yang telah kami tekankan bahwa ini akan dimasukkan dan diakui dalam rencana pengelolaan kawasan konservasi," ujarnya.
Ishak menilai apa yang telah dilakukan dapat menjadi contoh dan role model untuk diterapkan di berbagai daerah lainnya.
"Model ini harusnya dapat diadaptasi atau menjadi contoh pengelolaan untuk daerah lain, khususnya pada penangkapan gurita," tuturnya.
Baca Juga: Gurita Bantaeng Mendunia: Ekspor Perdana Rp2,3 Miliar ke Amerika Latin
Sebelumnya, pada 16 April 2025 nelayan bersama pihak terkait lainnya melaksanakan hari pembukaan wilayah tangkap gurita yang telah ditutup selama tiga bulan.
Sebagai bagian dari sistem buka-tutup pengelolaan perikanan berbasis masyarakat. Para nelayan dengan gerakan cepat melakukan penangkapan gurita.
"Kurang lebih satu jam setengah, 24 nelayan berhasil menangkap 52 ekor dengan berat kotor 54 kg. Seekor gurita itu seberat 1,04 kilogram. Ini hasil terbaik dari enam periode buka tutup dilakukan. Gurita grade A atau di atas dua kilogram didapat lima ekor yang sebelumnya sulit didapat," kata Ketua Forum Pasibuntuluki Erwin RH.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank