SuaraSulsel.id - Pohon besar tumbang di depan Markas Kodam XIV Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 1 April 2025.
Dua orang pengendara roda dua dilaporkan jadi korban.
Peristiwa terjadi saat hujan disertai angin kencang melanda wilayah Kota Makassar sejak pukul 16.00 Wita.
Akibatnya, dua orang pengendara roda dua jalan yang sedang melintas jadi korban.
"Korban sudah dilarikan ke rumah sakit," kata Kepala BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin.
Selain itu, pohon juga menghalangi jalan dan membuat kemacetan hingga sekarang ini.
Hendra mengimbau agar warga tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan.
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat pohon tumbang melintang dan menghalangi jalan. Lalu lintas di lokasi pun terpaksa dialihkan karena tidak bisa dilalui.
Untuk sementara, pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif lain.
Baca Juga: Jadwal Kapal Pelni di Pelabuhan Makassar 1 April - 2 April 2025
Hujan Deras Disertai Kilat dan Angin Kencang
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Wilayah IV Makassar merilis, hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan melanda hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan selama 1-4 April 2025.
Warga diimbau untuk berhati-hati dan waspada, apalagi bagi yang sedang melakukan perjalanan.
"Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga malam hari pukul 18.30 wita," tulis BMKG Wilayah IV Makassar dalam keterangan resminya.
Wilayah berpotensi angin kencang akan terjadi di Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar dan Maros.
Kemudian, Palopo, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sinjai, Takalar, Toraja Utara dan Tana Toraja.
"Longsor dan banjir berpotensi terjadi di Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja dan Toraja Utara".
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk ketinggian gelombang yang diprediksi mencapai 1,25 meter hingga 2 meter yang terjadi di wilayah perairan Pangkep, perairan Pinrang, perairan Barru, perairan Makassar, perairan Jeneponto, perairan Wajo, perairan Bulukumba, dan perairan Benteng Selayar.
Masyarakat yang hendak berwisata di musim libur juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca.
BMKG mencatat, hujan ringan akan mengguyur wilayah Pantai Losari, Bantimurung, Malino, Pulau Samalona, Tanjung Bira, Tanjung Palatte dan Taman Batu Ballocci dari pagi hingga siang hari.
Sementara, Taman Mangrove Tongke Tongke, Pantai Marina dan Rammang-rammang akan berawan pada pagi hari, tapi hujan di siang hari.
Untuk kawasan wisata di wilayah utara Sulsel, hujan lebat akan terjadi di Danau Matano dan Batu Kembar.
Sementara, hujan ringan akan mengguyur daerah Celebes Canyon, Puncak Bila, Ke'te Kesu, Lejja, Negeri di Atas Awan Lolai, dan Bukit Kambo Highland.
Imbauan Gubernur
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengimbau agar semua kepala daerah siaga untuk cuaca ekstrem selama periode mudik dan balik di musim lebaran 2025.
Apalagi untuk daerah yang sudah dipetakan rawan bencana. Seperti wilayah Luwu dan Toraja.
"Saya minta semua kepala daerah siap siaga," ujarnya.
Sudirman menyebut cuaca saat ini kerap berubah-ubah sehingga butuh kesiagaan.
Ia juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD untuk berkoordinasu dengan Syahbandar agar mengatensi kapal kecil yang akan berlayar.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI Profesor Dwikorita Karnawati sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman terkait pemetaan daerah rawan bencana di Sulawesi Selatan selama periode mudik lebaran.
Dwikorita Karnawati mengatakan, periode mudik lebaran di Sulsel bertepatan dengan puncak musim hujan Maret dan April di sejumlah wilayah.
Dwikorita Karnawati menjelaskan, puncak musim hujan bulan Maret dan April terjadi di bagian Utara Sulawesi Selatan yang bertepatan dengan periode mudik lebaran.
Sejumlah daerah itu seperti Toraja, Luwu, Enrekang, dan Bone. Termasuk di wilayah Timur Tenggara.
"Di wilayah utara dikhawatirkan terjadi banjir bandang dan longsor, yang juga terdapat jalur mudik," terang Dwikorita.
Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bawa Bubur Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bangun Usaha Bersama Dukungan BRI
-
Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
-
Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik
-
Antre 7 Jam Demi Pertalite, Ojol di Makassar: Kami Butuh, Bukan Panic Buying
-
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring