SuaraSulsel.id - Kondisi jalan rusak parah dan berlubang di jalan Aroepala-Hertasning, kota Makassar, Sulawesi Selatan segera diperbaiki.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menyiapkan Rp32 miliar untuk pengerjaannya.
Ruas ini merupakan jalur perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dengan Lalu Lintas Harian (LHR) rata-rata yang tinggi.
Kebutuhan fungsional ruas jalan ini sangat jauh dari harapan pengendara. Sebab, kondisinya sangat memprihatinkan.
Ruas jalan yang berhubungan langsung dengan Jalan Hertasning dan Jalan Tun Abdul Razak ini penuh lubang.
Lubang-lubang berdiameter beragam hingga 1 meter lebih menganga. Belum lagi jika musim hujan tiba berubah menjadi kubangan genangan.
Situasi tersebut membahayakan pengendara. Selain menimbulkan kemacetan panjang, juga berpotensi terjadi kecelakaan.
Oleh karena itu, sifatnya mendesak untuk rekonstruksi. Dibutuhkan upaya perbaikan segera untuk meminimalisir kecelakaan.
"Proses (pengerjaan) mungkin setelah lebaran," ujar Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin, Selasa, 25 Maret 2025.
Baca Juga: Pos Polisi Makassar Dilempar Bom Molotov
Perbaikan jalan Aroepala sedianya sudah dimulai sejak tahun 2023. Kala itu, ruas ini sudah dianggarkan namun mengalami pengalihan alokasi. Bahkan, di tahun 2024 perbaikan tidak dianggarkan.
Angin segar sempat berhembus dari Inpres Jalan Daerah (IJD). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sempat mengusulkan satu paket dengan Jalan Hertasning, Burung-burung - Bili-bili Kabupaten Gowa.
Paket Aroepala dulunya dianggarkan sekitar Rp40 miliar. Rencananya menggunakan material beton dengan empat lajur.
Hanya saja, setelah disetujui Kementerian PU, anggarannya tertawan di Kementerian Keuangan dampak dari efisiensi sesuai instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pemprov kemudian menganggarkan melalui APBD. Namun, belum bisa dikerjakan secara penuh karena keterbatasan anggaran.
"Cuma sebelah dulu (akan) dibeton. Arah ke Pettarani sebelah kanan kalau dari Makassar," sebutnya.
Irawan menjelaskan, panjang jalan yang akan dikerja tahun ini sepanjang 1,8 km. Di dalamnya sudah termuat pengerjaan drainase.
Sebab, kata Irawan, kondisi drainase di sana juga akan mempengaruhi kualitas dan keawetan jalan.
Air yang tidak mengalir ke drainase akan menumpuk di jalan sehingga memudahkan rusaknya jalan.
"Hanya pengerjaan eksisting, tidak ada pelebaran," ungkapnya.
Irawan menyebut Detail Engineering Design (DED) Jalan Aroepala sudah siap. Sisa pengerjaan fisik.
Ia tak menampik ruas jalan ini menjadi salah satu yang urgen untuk dikerjakan. Sebab, banyak keluhan masyarakat terutama saat banjir.
"Kebutuhan masyarakat kan selalu banjir di situ, banyak sekali pavingnya kami terpasang. Jadi perlu menang untuk rekonstruksi kembali," bebernya.
Kepala UPT Wilayah IV Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sulsel Hasni Syamsuddin menambahkan, pengerjaan satu arah dari Aroepala ke Pettarani dilakukan.
Sebab jalur ini lebih parah dibanding arah sebaliknya. Kondisi ini juga disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Untuk saat ini anggaran yang dialokasikan hanya cukup untuk mengerjakan satu jalur dahulu.
Namun, dalam perjalanan pembahasan anggaran masih berpotensi untuk bertambah.
Jalan Aroepala dan Hertasning menjadi salah satu alternatif bagi pemudik dari arah Selatan Makassar untuk pulang ke kampung halaman. Namun kondisi jalan yang rusak membuat pengendara mesti ekstra hati-hati.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah hingga jalan gelap saat malam hari.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengaku jalan Aroepala -Hertasning sebenarnya jadi prioritas untuk dikerja awal tahun, apalagi di musim mudik.
Namun, proses tendernya terhambat karena adanya maintenance pada aplikasi e-katalog dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
"Mereka (LKPP) meningkatkan ke Versi 6.0 sehingga ada maintenance dan butuh penyesuaian," kata Sudirman.
Meski demikian, Sudirman memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani permasalahan ini secepat mungkin.
Ia juga sudah meminta Balai Besar Jalan Nasional untuk menutup 1.400 jalan berlubang agar bisa dilalui pemudik.
"Kita sudah ada anggarannya untuk jalan penghubung Kota Makassar-Gowa, ruas Jalan Hertasning-Aroepala. Kita prioritaskan," katanya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Jejak Sejarah Jenius di Balik Lahirnya LPDP
-
Investasi Panas Bumi Rp1,5 Triliun di Luwu Utara Diduga Terafiliasi Israel, Siapa Beri Izin?
-
Wali Kota Makassar Usul Pembentukan Kecamatan Baru ke Kemendagri
-
Ketika Orang Datang Melihat-lihat Bertanya Harga, Lalu Pergi..
-
Usai Aniaya Bripda Dirja Pratama Hingga Meninggal, Bripda Pirman Antar ke RS