- Pemprov Sulawesi Barat menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada 200 keluarga penerima manfaat PKH pada Mei 2026.
- Bantuan tersebut bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat miskin serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
- Penerima bantuan mendapatkan pendampingan khusus untuk memastikan modal digunakan secara produktif pada sektor perdagangan maupun pertanian agar usaha berkelanjutan.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan bantuan modal usaha Rp5 juta kepada 200 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah itu.
"Program ini diperuntukkan bagi warga miskin yang masuk kategori desil satu dan dua," kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulbar Darmawati Ansar di Mamuju, mengutip Antara Rabu 27 Mei 2026.
Penyaluran bantuan modal usaha kepada 200 keluarga penerima manfaat program PKH itu, kata Darmawati, diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
Darmawati menyampaikan, bantuan modal usaha diberikan agar warga yang sebelumnya tidak memiliki usaha, bisa mandiri secara ekonomi.
Bantuan modal usaha itu juga tambahnya, untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Sulbar.
"Bantuan ini diberikan agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi, sebab rata-rata mereka berasal dari desil satu dan dua. Ini yang betul-betul kita beri dukungan," jelas Darmawati.
Sementara, Ketua Tim PKH Sulbar Rudi Hartono menjelaskan bantuan modal usaha senilai Rp5 juta diarahkan untuk mendukung usaha kecil warga sesuai bidang yang mereka geluti.
"Bantuan ini diberikan untuk bantuan usaha, sesuai bidang usaha yang mereka akan geluti, misalnya toko kelontong atau berjualan beras," kata Rudi.
Bagi penerima yang ingin bergerak di sektor pertanian, bantuan juga bisa digunakan membeli kebutuhan produksi seperti mulsa hingga benih.
Baca Juga: Gubernur Sulbar Ingatkan ASN yang Mudik Agar Kembali Tepat Waktu
"Kalau bergerak di bidang pertanian, berarti dia bisa memanfaatkan bantuannya untuk modal, misalnya kalau dia tanam cabai atau jagung, berarti dia beli benih jagung yang berkualitas," jelas Rudi
Rudi mengatakan para penerima bantuan akan didampingi agar modal usaha tidak habis begitu saja.
Pendamping PKH tambahnya, ikut mengawasi perkembangan usaha penerima bantuan di lapangan agar bantuan modal tetap berjalan dan berkembang.
"Harapannya dengan bantuan itu, uang Rp5 juta itu berputar, sehingga dari modal yang diberikan usaha mereka berkesinambungan," kata Rudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Lukisan Cadas Tertua di Muna Diusulkan Jadi Ikon Museum Sulawesi Tenggara
-
Lebih 50 Ribu Warga Makassar Mulai Terdampak Kekeringan
-
Selvi Ananda Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager Sulsel
-
Jukir di Makassar Pukul Pengendara Karena Cuma Bayar Parkir Rp2.000
-
Andi Sudirman: HUT Dekranas ke-46 dan HKG ke-54 Momentum Promosi UMKM Sulsel