Menariknya, tradisi serupa juga dilakukan dalam prosesi turun sawah yang dikenal sebagai "Appalili."
Ritual ini dilakukan setiap bulan November sebagai persiapan membajak sawah dengan menggunakan tenaga sapi.
Sementara itu, Katto Bokko sendiri rutin diselenggarakan pada bulan April setiap tahunnya.
Keberlangsungan tradisi ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
"Alhamdulillah, prosesi adat ini sudah masuk dalam kalender wisata di Kabupaten Maros. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kunjungan wisata ke daerah yang dikenal sebagai 'Butta Salewangan' ini," ujar Abd Haris Karaeng Sioja.
Dengan masuknya Katto Bokko dalam kalender wisata, diharapkan tradisi ini tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal luas oleh masyarakat di luar Sulawesi Selatan.
Katto Bokko bukan sekadar ritual panen, melainkan juga warisan budaya yang mempererat kebersamaan serta menghormati hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar