SuaraSulsel.id - Warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan wajib tahu. Layanan rawat inap di puskesmas saat ini sudah dihilangkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, mengatakan, kebijakan tersebut sebenarnya berlaku sudah dua tahun lalu. Namun banyak masyarakat yang belum mengetahui aturan tersebut.
Aturan ini, kata Nursaida, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 43 tahun 2019. Di situ dijelaskan untuk Puskesmas kawasan perkotaan tidak ada lagi yang memberikan pelayanan rawat inap.
"Sudah ada aturannya sejak dua tahun lalu sudah tidak dibolehkan lagi dilakukan di rawat inap (untuk) Puskesmas di kota," ujarnya Minggu, 23 Februari 2025.
Ia menjelaskan, Puskesmas yang ada di Makassar saat ini hanya melayani rawat jalan.
Selain itu juga ada pelayanan Observasi Neonatal Emergency Dasar (PONED) atau pelayanan untuk menangani kasus emergensi kebidanan dan bayi baru lahir dan gawat darurat selama 24 jam.
Namun, puskesmas tidak boleh lagi melakukan tindakan apapun untuk pasien lain.
"Hanya berupa pemberian obat-obatan. Di aturan PMK, tidak boleh lagi pasang infus, pasang kateter seperti itu tidak boleh lagi," ucapnya.
Ia menjelaskan, Puskesmas akan memberikan rujukan ke rumah sakit bagi pasien yang butuh penindakan lebih lanjut.
Baca Juga: Parah! Sekprov Sulsel Jadi Korban Pungli Oknum Lurah di Kota Makassar
"Jika kondisi pasiennya harus diinfus, maka akan kami rujuk ke rumah sakit," jelasnya.
Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan menyebut, untuk mendapatkan rawat inap atau rawat jalan di rumah sakit, peserta harus mendatangi faskes tingkat 1 terlebih dulu.
Faskes 1 bisa berupa Puskesmas atau klinik khusus yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tapi dengan catatan harus sesuai dengan domisili peserta sudah terdaftar.
Jika faskes tingkat 1 memiliki fasilitas rawat inap, pasien bisa diopname di faskes tersebut. Namun jika tidak, dokter di faskes 1 akan merujuk pasien ke rumah sakit untuk rawat inap.
Setelahnya, peserta menyerahkan berkas rujukan dari faskes tingkat 1.
Nantinya, dokter di rumah sakit yang akan melakukan pemeriksaan dan memutuskan kapan pasien mulai dirawat inap atau cukup pengobatan untuk rawat jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat