Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 26 November 2024 | 17:05 WIB
Pendistribusian logistik Pemilu ke pelosok-pelosok daerah, termasuk Kecamatan Seko di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Tantangan seperti cuaca buruk dan medan ekstrem membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dari biasanya.

Proses pendistribusian ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas pemilu, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.

Di beberapa titik, mereka harus bekerja sama mendorong motor atau membawa logistik secara manual melewati medan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

“Kadang kami harus istirahat lebih lama karena cuaca sangat buruk. Hujan deras membuat kami tidak bisa melanjutkan perjalanan. Tapi semangat tetap ada, karena ini untuk rakyat,” jelas Irwan sambil tersenyum.

Baca Juga: Polri Tegaskan Netralitas di Pilkada 2024, Ancam Tindak Tegas Anggota yang Berpolitik Praktis

Meski sulit, dedikasi para petugas tidak pernah goyah. Mereka menyadari betapa pentingnya memastikan logistik Pilkada tiba tepat waktu.

Ini bukan hanya soal melaksanakan tugas, tapi juga tanggung jawab untuk menjaga demokrasi tetap berjalan, bahkan di pelosok negeri.

Hingga saat ini, distribusi logistik di Seko masih berlangsung. Petugas terus berpacu dengan waktu, mengatasi segala rintangan yang ada di depan mata. Meski lelah, mereka tetap berkomitmen agar seluruh desa di Seko dapat menerima logistik sesuai jadwal.

Perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa semangat demokrasi tidak mengenal batas. Dari kota hingga pelosok pegunungan, suara rakyat tetap menjadi prioritas utama.

Perjuangan para petugas Pilkada di Seko menjadi pengingat betapa berharganya setiap suara dalam membangun masa depan bersama.

Baca Juga: Jumlah Pemilih, TPS, dan Titik Rawan Pilkada Sulsel 2024

Pemilihan Gubernur Sulsel diikuti dua pasangan calon. Pasangan calon mendapat nomor urut 1 yakni Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Azhar Arsyad yang menggunakan akronim DIA.

Load More