Ini bukan hanya soal melaksanakan tugas, tapi juga tanggung jawab untuk menjaga demokrasi tetap berjalan, bahkan di pelosok negeri.
Hingga saat ini, distribusi logistik di Seko masih berlangsung. Petugas terus berpacu dengan waktu, mengatasi segala rintangan yang ada di depan mata. Meski lelah, mereka tetap berkomitmen agar seluruh desa di Seko dapat menerima logistik sesuai jadwal.
Perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa semangat demokrasi tidak mengenal batas. Dari kota hingga pelosok pegunungan, suara rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Perjuangan para petugas Pilkada di Seko menjadi pengingat betapa berharganya setiap suara dalam membangun masa depan bersama.
Pemilihan Gubernur Sulsel diikuti dua pasangan calon. Pasangan calon mendapat nomor urut 1 yakni Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Azhar Arsyad yang menggunakan akronim DIA.
Paslon nomor urut 1 diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), PKB, PPP, Partai Buruh, Partai Garuda dan Partai Ummat.
Sedangkan paslon nomor urut 2 yakni Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) diusung mayoritas parpol yakni Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, Hanura, Gelora, Perindo, dan PSI.
Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sulsel, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Sulsel, telah meninjau Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Pinrang, dan Kota Parepare.
Menurut Zudan, berdasarkan laporan dari KPU dan Bawaslu Kabupaten kota se-Sulsel, semua logistik sudah terdistribusi dengan baik, termasuk daerah terpencil di sejumlah daerah di Sulsel.
Baca Juga: Polri Tegaskan Netralitas di Pilkada 2024, Ancam Tindak Tegas Anggota yang Berpolitik Praktis
"Dari laporan Bawaslu setempat, Ketua KPU setempat semua sedang berproses pengiriman logistik. Hasil monitoring dari Ketua KPU, empat kabupaten kota yang sudah kita kujungi semua sesuai rencana," ujar Zudan.
"Kemudian dari laporan Bawaslu semua jalan on the track. Dari Pak Dandim, Pak Kapolres melaporkan semua bisa berjalan dan kondusif saat ini memonitor langsung Kasdam, Ketua Bawaslu dan Ketua KPU koordinasi langsung progres yang ada untuk pencoblosan besok," lanjut Zudan.
Zudan berharap seluruh masyarakat Sulsel berlomba-lomba datang di TPS untuk memberikan hak pilihnya.
"Saya berharap masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS, dari KPU sudah menyiapkan dengan baik, rencana pilkada serentak tanggal 27 November," ajak Zudan.
Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono menjelaskan sudah tersebar 1.400 personil Polri, dari Polda 1.199 personil dan sisanya dari masing-masing Polres Kabupaten kota se-Sulsel.
"Saya melihat personil Polri yang melakukan pengamanan di daerah-daerah dari semua yang dikerahkan ada 1.400 untuk mengamankan TPS 1.400 lebih. Anggota kita sudah tersebar di lapangan yaitu 1.199 bergabung dengan dari Polres," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Tanya Soal Jasa Medis, Wartawan di Palu Malah Dimaki Pejabat: Mau Berteman atau Cari Masalah?
-
Sekda Sulbar Ajak Masyarakat Tidak Berlebihan Rayakan Idul Adha
-
Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!
-
Tembus Rp4,7 Triliun! Intip Ke Mana Saja Larinya Belanja Pemerintah Pusat di Sulsel
-
Harga Bahan Melonjak, Program Tiga Juta Rumah Subsidi Presiden Prabowo Gagal?