SuaraSulsel.id - Kepala Rumah Tahanan atau Rutan Kelas I Makassar Jayadikusumah bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) rutin.
Dengan menggeledah sejumlah kamar blok hunian tahanan dan warga binaan sebagai upaya preventif. Guna memastikan situasi keamanan kondusif di tengah kelebihan kapasitas ruangan di Rutan tersebut.
"Kami terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban melalui sidak rutin dan peningkatan pengawasan serta penguatan Tusi terhadap petugas. Apalagi. saat ini dalam kondisi over kapasitas, sehingga kerja sama dari seluruh petugas dan warga binaan sangat penting menciptakan lingkungan yang kondusif," ujarnya usai sidak di Rutan Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 21 Juni 2024
Ia menyebutkan, jumlah penghuni Rutan Kelas I Makassar per tanggal 21 Juni 2024 tercatat sebanyak 2.065 orang, padahal kapasitas hunian di rutan ini hanya mampu menampung 1.000 orang.
Pria disapa akrab Jayadi ini mengemukakan, sidak melibatkan seluruh Satuan Petugas (Satgas) Pengamanan. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di dua blok hunian, yakni Blok Pongtiku dan Lamadukelleng, termasuk kamar sel merah.
"Kami lakukan adalah bentuk kewaspadaan, karena keselamatan adalah yang paling utama. Kami ingin memastikan tidak ada barang-barang terlarang masuk ke dalam Rutan dan bisa mengancam keamanan," paparnya menekankan.
Selain itu, Jayadi juga memberikan arahan kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang ada di dalam Rutan.
Ia menekankan bahwa kerja sama dari semua pihak, termasuk warga binaan karena sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
"Di dalam banyak karakter, dengan latar belakang dan masalah yang dihadapi berbeda-beda. Bisa saja terjadi pertengkaran yang berakibat keributan sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban. Jadi, tadi kami sidak sambil sapa-sapa lalu melakukan pendekatan persuasif terhadap warga binaan, layaknya orang tua ke anak, begitu," ucapnya.
Baca Juga: 3 Pemain Asing yang Dilepas PSM Makassar
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Makassar, Andi Erdiyangsah Bahar menambahkan, pada sidak kali ini tidak ditemukan ponsel maupun narkotika di blok hunian.
Sejak hadirnya layanan Warung Telepon Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), kata dia, berhasil meminimalkan penyalahgunaan ponsel oleh warga binaan.
"Semua blok kami sediakan wartel, baik untuk telepon biasa maupun layanan video call (telepon video) yang merupakan warisan kebijakan inovasi layanan di era pandemi COVID-19. Itu cukup membantu mengatasi kerinduan maupun kejenuhan warga binaan. Tentunya, layanan ini mendukung situasi tetap kondusif," katanya
Hasil sidak itu ditemukan beberapa barang yang tidak seharusnya berada di dalam Rutan kemudian diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Barang tersebut seperti alat cukur, botol parfum berbahan kaca, gunting, ikat pinggang, sendok, puluhan korek gas, serta kartu remi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Tangis Bupati Gowa Pecah Lihat Kondisi Warga Miskin Ekstrem
-
Kampung Nelayan di Sulsel Ekspor Perdana Ikan Segar ke Arab Saudi
-
Waspada! Begini Rentetan Modus Jaksa Gadungan di Sulsel
-
CEK FAKTA: Benarkah Air Sinkhole di Limapuluh Kota Menyembuhkan Penyakit?
-
Begini Perkembangan Terbaru Penanganan Kasus di Morowali oleh Polda Sulteng