Muhammad Yunus
Minggu, 05 Mei 2024 | 12:14 WIB
Kondisi sungai dan jembatan pasca banjir bandang di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabti 4 Mei 2024 [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel melalui Posko Utama Komando Penanganan Tanggap Darurat Bencana Sulsel di Belopa, merilis identitas warga yang meninggal dunia. Akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu.

Di Kecamatan Latimojong, tepatnya Desa Buntu Sarek, delapan warga tewas tertimbun longsor.

Masing-masing, Rumpak (97 tahun/L), Jatimah (55 tahun/P), Rima (84 tahun/P), Muh Misdar (29 tahun/L), Mawi (57 tahun/P), Sukma (9 tahun/P), Kapila (84 tahun/P), dan Sampe (55 tahun/P).

Kemudian di Kecamatan Suli Barat, korban meninggal dunia, masing-masing Sunarti (42 tahun/P) dan Nadira (45 tahun/P).

Dua warga lainnya masih dalam pencarian, yakni Mifta Nurjanna (4 tahun/P) dan Uviyana (7 tahun/P).

Diketahui, bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Luwu dan lima daerah lainnya di Sulsel, pada Jumat dini hari, 3 Mei 2024.

Akibat peristiwa ini, ribuan warga terdampak. Rumah dan fasilitas publik lainnya terendam banjir, dan akses jalan terputus.

Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, hingga saat ini masih berada di Kabupaten Luwu.

Untuk memastikan seluruh bantuan dan penanganan pasca bencana berjalan dengan baik. Termasuk bantuan untuk warga di daerah terisolir seperti Kecamatan Latimojong.

Baca Juga: Akses Sulit Dilalui, 3 Ribu Warga Latimojong Terisolasi Karena Jembatan Terputus

Hari ini, Minggu, 5 Mei 2024, helikopter milik Polda Sulsel berhasil membawa bantuan ke Kecamatan Latimojong.

Selain menyalurkan bantuan, delapan warga Kecamatan Latimojong turut dievakuasi ke Belopa, ibu kota Kabupaten Luwu.

Load More