SuaraSulsel.id - Pesawat Boeing 737-200 milik TNI AU di Skadron 5 Lanud Hasanuddin Makassar dikerahkan membantu operasi SAR hari ketiga pencarian 21 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Yuiee Jaya II yang dinyatakan hilang di perairan Selayar.
Kapal itu terbalik lalu tenggelam di perairan Selayar pada Sabtu, 9 Maret 2024, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
"Kami bersama TNI AU melakukan pencarian menggunakan Pesawat Boeing intai milik TNI AU melalui udara," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Mexianus Bekabel di Makassar, Kamis 14 Maret 2024.
Pihaknya menjelaskan Basarnas telah berkoordinasi dengan Mabes TNI untuk bantuan pencarian kapal naas tersebut melalui udara mengingat masih ada 21 orang ABK Yuiee Jaya II yang belum ditemukan. Sehingga pesawat dari Sakdron Udara 5 tersebut dikerahkan untuk membantu pencarian.
"Kami melakukan pemindaian lewat udara sekitar dua jam dari waktu lepas landas hingga mendarat kembali ke Lanud Hasanuddin. Namun hasil pantauan dari ketinggian 8.000 kaki hanya bisa diamati adanya sampah-sampah yang mengapung dan belum menemukan tanda keberadaan korban yang dicari," ujar Mexianus.
Ia mengatakan, proses pencarian terhadap 21 orang ABK ini menjadi perhatian khusus Basarnas dalam pelaksanaan Operasi SAR. Selain itu, tambahan personil Basarnas dan Kapal KN SAR Kamajaya 104 telah diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian secara intens di area yang diprediksi korban hanyut terbawa arus air laut.
Sebelumnya, kapal pencari ikan Yuiee Jaya II mengalami kecelakaan setelah seorang ABKnya ditemukan terdampar oleh warga Selayar di Pulau Jampea Selayar pada Senin, 11 Maret 2024.
Berdasarkan data manifest Kapal Yuiee Jaya II membawa 35 orang dengan rute Muara Baru, Jakarta tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan terbalik dihantam badai sekitar 52 Nautical Mile dari Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (09/03/2024) dini hari.
Berikut data 12 orang korban selamat masing-masing Dian Kurniawan alamat Magelang, Amirrulhaq, (Kecamatan Wonokerto, Jateng) M Zaki Muntaha (Pekalongan, Jawa Tengah).
Baca Juga: 1 Korban Selamat KM Dewi Jaya II Kembali Ditemukan, Total 12 Penumpang
Selanjutnya, Waryen, (Dertogam 6 Jembatan Merah Karanganyar, Pekalongan), Tahmid (Pekalongan), Amiluddin (Pekalongan), Adi Bagus Panuntun (Pekalongan), Septo Guntoro (Pekalongan).
Kemudian, Maulana Dwi Anggoro (Desa Warulor, Perumahan Balai Restu Agung, Kecamatan Wira, Desa Pekalongan, Jawa Tengah) serta Sun Hen Lakis, Muzakkir Lakis dan Amat Subechan.
Sedangkan dua orang lainnya NN ditemukan sudah meninggal dunia dan belum diketahui identitasnya, sementara 21 orang masih dinyatakan hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso