SuaraSulsel.id - Brankas milik seorang dosen di Kota Makassar berisi 21 potong emas Antam, tiga potong emas batangan seberat 100 gram, tiga gelang dubai seberat 160 gram, lima potong gelang dubai kecil berat 135 gram, dua gelang dubai dengan berat 70 gram, 33 emas garancong seberat 200 gram dan gelang emas 60 gram.
Berikutnya, berlian gelang 11 potong seberat 150 gram, cincin biasa dan berlian Dubai seberat 150 gram, emas bros satu setel dengan berat 100 gram, emas bros kendari tujuh potong seberat 130 gram, satu sertipikat, satu stel emas putih berlian, dua BPKB mobil, tiga buah kalung emas seberat 57 gram dan mainan kalung enam potong seberat 45 gram.
"Apabila barang berharga itu dirupiahkan nilai harganya ditaksir mencapai Rp6 miliar," kata Kompol Benny Pornika, Jumat 16 Februari 2024.
Barang bukti yang disita petugas, satu buah brankas, satu obeng, satu buah linggis, 27 buah cincin, tujuh emas dubai, 44 buah Gelang, 17 bros, tiga buah mainan kalung, delapan buah anting, satu buah kalung, lima batang emas Antam, satu emas batangan, lima sertipikat deposito dan surat-surat emas, empat buah jam tangan, satu buah hard disk, empat unit ponsel dan satu sepeda motor dan uang tunai.
Korban Perampokan
Baca Juga: Polisi Tembak 3 Pelaku Perampokan Brankas Emas Milik Dosen di Makassar
Dari pengakuan pelaku AD, modusnya berputar-putar mencari rumah kosong, lalu menemukan rumah korban, setelah mengucapkan salam, tapi tidak ada balasan kemudian langsung mencongkel pintu rumah lalu masuk memeriksa kamar utama korban menemukan brankas.
Karena berat dan besar pelaku lalu memanggil rekannya RA dan A untuk membawa brankas tersebut. Ketiganya bahkan menyeret dari kamar sampai depan pintu rumah korban, mengangkatnya kemudian membawa dengan motor.
Brankas itu dibongkar dengan linggis di Jalan Andi Tadde rumah pelaku A kemudian mengeluarkan barang berharga, lalu membuang brankasnya.
Setelah itu pelaku memesan empat kamar hotel, satu kamar khusus menyimpan barang curiannya. Usai kejadian dua hari, para pelaku membagi barang curian itu masing-masing lima buah barang emas seberat 100 gram dan dua buah cincin.
AD kemudian menggadaikan emas batangan itu di Jalan Veteran senilai Rp90 juta lalu membeli pakaian dan berfoya-foya. Sedangkan rekannya RA menjual kepada penadah dengan harga Rp80 juta. Awalnya diberikan panjar Rp 20 juta, dihari berikutnya diberikan Rp60 juta. Sedangkan A memberikan emas itu kepada orang tuanya.
Baca Juga: PSM Makassar Siap Hadapi Bali United, Pemain Libur Pasca Uji Coba
Pelaku Ditembak
Berita Terkait
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Galeri 24 Hari Ini, Cocok untuk Investasi THR
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka
-
Bawaslu Coret Calon Wakil Wali Kota Palopo di Pilkada! Kasus Napi Tersembunyi Terbongkar?
-
Polisi Tangkap Pengeroyok Panitia Salat Idulfitri di Selayar
-
BRI Waspadai Kejahatan Siber Selama Lebaran 2025 dengan Melindungi Data Pribadi Nasabah
-
Polisi Tangkap Petta Bau, Pimpinan Aliran Tarekat Ana Loloa di Maros