SuaraSulsel.id - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Pemilu 2024 di kota Makassar, Sulawesi Selatan dilaporkan meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat melaksanakan tugasnya.
Petugas KPPS bernama William Tandi itu bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07, kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, pada pencoblosan, Rabu, 14 Februari 2024.
Korban menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis, 15 Februari 2024, sore, setelah sebelumnya melaksanakan proses rekapitulasi suara.
Komisioner KPU Makassar Abdi Goncing membenarkan informasi tersebut. Ia mengaku sedang berada di rumah duka untuk melayat.
Namun, Abdi belum mau berkomentar banyak soal kronologi meninggalnya anggota KPPS tersebut. Ia mengaku masih mengumpulkan keterangan sejumlah pihak.
"Iya, betul. Ini lagi di rumah duka untuk melayat," ujarnya singkat.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin menambahkan, ada dua anggota KPPS di kota Makassar yang dilaporkan meninggal.
Namun, pihaknya belum mendapatkan identitas kedua petugas tersebut.
"Sementara kami cek (identitasnya). Dari laporan sementara, satu di Manggala, satu orang di Minasa Upa," ungkapnya.
Ia mengaku belum tahu penyebab pasti meninggalnya dua petugas KPPS itu. Namun, dari laporan sementara akibat kelelahan dan sakit maag.
"Diduga karena capek. Yang di Minasa Upa karena sakit ulu hatinya," ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum sudah menyeleksi 28.028 petugas KPPS yang bertugas di 4.004 tempat pemungutan suara di kota Makassar.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perempuan Berdaya, BRILink Mekaar Dorong Ekonomi Kerakyatan dari Desa
-
BRI Optimistis Miliki Ruang Cukup untuk Dorong Ekspansi Kredit secara Selektif
-
Jaga Ketahanan Pangan Nasional, DPR RI Siap 'Suntik' Dana untuk Badan Karantina Indonesia
-
Semua Siswa Ubah Kartu Keluarga Daftar SMA Sudah Terdeteksi, Disdik Sulsel: Langsung Ditolak!
-
Waspada! Pengiriman Hewan Kurban Antarpulau Melonjak, Karantina Diperketat