SuaraSulsel.id - Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 di Sulawesi Selatan sudah ditetapkan. Pemerintah provinsi menetapkan kenaikannya sebesar Rp3.434.298.
Keputusan kenaikan UMP ini tertuang dalam Pergub bernomor 1671 tahun 2023. Keputusan ditetapkan pada hari ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan berlaku pada tanggal 1 Januari 2024.
"Memutuskan Upah Minimum Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024 sebesar ada kenaikan 1,45 persen, senilai Rp3.434.298. Ini sudah melewati proses yang panjang dan pertimbangan semua pihak," ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pemprov Sulsel Ardiles Assegaf di kantor Gubernur, Selasa, 21 November 2023.
Diketahui upah buruh di Sulsel pada tahun 2023 sebesar Rp3,385.145. Ada kenaikan sekitar Rp49.153 untuk tahun depan.
Sementara, Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin mengatakan UMP tersebut sudah melalui pembahasan panjang dan nilainya sudah mentok. Ia menegaskan tidak boleh lagi ditambah bahkan Rp1 pun.
"Mentok sudah. Ini sudah batas tertingginya. Satu rupiah pun tidak boleh ditambah. Saya kena tegur nanti. Ini sudah mentok," tegas Bahtiar.
Sebelumnya, pembahasan besaran upah minimum provinsi Sulsel berjalan alot. Buruh minta upah di atas Rp4 juta, sementara pengusaha ingin kenaikan UMP tidak sampai Rp100 ribu.
Pengumuman UMP pun ditunda. Namun, pemprov Sulsel wajib mengumumkan UMP terakhir pada hari ini, Selasa, 21 November 2023 sesuai aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Ketua Persatuan Serikat Buruh Indonesia di Sulsel Andi Mallanti mengatakan buruh sempat menawarkan dua hal soal UMP ke dewan pengupahan. Yaitu, mengikuti PP 51 dan UMP naik 7,14 persen.
Baca Juga: Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar Lelang 13 Unit Alat Kesehatan
"Tapi kami serahkan ke Gubernur soal itu karena secara konstitusi beliau yang berhak untuk menentukan," ujar Andi.
Ia mengatakan buruh sengaja minta UMP naik 7,14 persen. Sebab, hampir semua perusahaan di Sulsel tidak menggunakan struktur dan skala upah atau SUSU.
"Sehingga ada ketidakadilan antara pekerja yang baru 0-1 tahun, dengan 10 tahun (jika menggunakan PP 51). Maka harus ada kebijakan Gubernur untuk memonitoring perusahaan di Sulsel agar bisa struktur dan skala upah. Kemudian soal penegakan hukumnya harus tegas," ungkapnya.
Sementara, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel Suhardi menambahkan pihaknya sudah merapatkan soal upah minimum ini selama sebulan. Perhitungannya sudah sesuai dengan formula yang ditetapkan kementerian.
Ia mengaku nilainya memang sangat kecil, sehingga membuat buruh kecewa. Namun, nilainya sudah lebih tinggi dari rata-rata median upah dengan menggunakan skala alfa 0,30 persen.
"Dari serikat buruh memang sangat kecil, tapi kita hitung median upahnya. Jadi UMP tahun ini sudah lebih tinggi dari rata-rata, sehingga mengikuti penyesuaian yang tidak menghitung inflasi dibanding daerah lain. Bahkan kami sudah naikkan alfa itu 0,30 persen, itu yang paling tinggi tapi tidak menolong," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Mengejutkan! Sulawesi Jadi Rumah Bagi 159 Spesies Burung Langka
-
Muhammadiyah Sulsel Serahkan Laporan Kasus Masjid Nurut Tajdid Barru ke Polda Sulsel
-
Pusat Studi Kepolisian Unhas Siap Diluncurkan
-
Dapat Rp1 Juta Per Bulan, Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia 2026 Segera Dibuka