- Polres Manggarai Barat memulai penyidikan resmi kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, NTT.
- Penyidikan akan fokus memeriksa saksi, operator, serta mendalami kelayakan kapal dan kepatuhan prosedur keselamatan pelayaran.
- Insiden ini menambah daftar 15 kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo, mengakibatkan satu meninggal dan tiga korban masih dicari.
SuaraSulsel.id - Polres Manggarai Barat mulai proses penyidikan terkait kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, mengatakan proses penyidikan sudah mulai dilakukan.
“Kemarin Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat,” katanya, Kamis (1/1).
Henry menjelaskan penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi.
Dia menambahkan penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta melakukan pendalaman terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.
Henry menambahkan proses penegakan hukum atas kelalaian pelayanan kapal wisata yang tenggelam sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kejadian seperti itu ujar dia diharapkan tidak terulang lagi, dan kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi dengan melihat situasi alam yang saat ini terjadi.
Dia menambahkan langkah penyidikan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.
“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” tegasnya.
Baca Juga: Update Pencarian Hari Kelima Wisatawan Spanyol: Serpihan Kapal Ditemukan
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah ujar Henry, menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.
Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut.
Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.
Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.
Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional
-
5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo
-
Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan
-
Nusron Wahid Masih Bisa ke Luar Negeri, KPK Pertimbangkan Statusnya sebagai Menteri
-
Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat