SuaraSulsel.id - Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Indonesia. Pemanah terbaik negara ini, Kusuma Wardhani menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu, 12 November 2023.
Kusuma sempat dirawat di rumah sakit Hermina Makassar. Atlet asal Makassar berusia 59 tahun itu disebut mengalami penyumbatan pembulu darah.
Kusuma tentu bukanlah sosok sembarangan di dunia olahraga. Ia adalah legenda olahraga yang mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade Seoul 1988.
Tonggak sejarah medali Indonesia di kancah Olimpiade lahir dari cabang olahraga panahan. Lewat bidikan Kusuma, Lilies Handayani dan Nurfitriyana Siaman, mereka berhasil pertama kali mempersembahkan medali di pesta olahraga terbesar dunia itu.
Turun di nomor beregu putri, tiga Srikandi itu sukses naik podium dan mempersembahkan medali perak, sekaligus medali pertama bagi Indonesia sejak ikut serta pertama kalinya di tahun 1952.
Selain itu, Kusuma adalah peraih perak Asian Games 1990 dan peraih medali perunggu Asian Games 1994. Seluruh medali ia simpan rapi di lemari rumahnya yang terletak di jalan Toddopuli, kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Karena prestasinya, Kusuma diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan bertugas di Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi pelatih cabor panahan di Sulsel.
"Saya selalu berharap ada lahir atlet panahan asal Sulsel yang bisa (juara) di Olimpiade," harapnya saat berbincang dengan SuaraSulsel.id, beberapa waktu lalu.
Kusuma masih ingat betul bagaimana momen di Seoul 35 tahun silam itu. Ia mengaku bebannya sangat berat sebab Indonesia belum mengantongi satupun medali.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Setiap Jam Satu Orang di Sulawesi Selatan Alami Kebutaan
"Kami gagal di (kategori) perorangan. Kemudian ada harapan di beregu putri setelah mengalahkan Unisoviet," kenangnya.
Lawan-lawannya pun sangat tangguh, kata Kusuma. Di akhir pertandingan, mereka harus berhadapan dengan tim panahan Amerika Serikat.
"Tentu ada beban dan kekhawatiran tersendiri. Apalagi belum ada medali satupun bagi Indonesia saat itu," jelasnya.
Awalnya, Indonesia dan Amerika mencatatkan skor yang sama, yakni 952 poin. Kusuma, Lilies dan Nurfitryana kemudian harus memanah ulang di nomor 70 meter untuk penentuan peraih perak.
"Medali emasnya diraih tuan rumah (Korea). Kita kalah di nomor 50 meter," tuturnya.
Namun, berkat usaha, doa dan kepercayaan diri, Kusuma, Lilies dan Nurfitri berhasil meraih medali perak setelah mengumpulkan 72 poin. Sementara, Amerika Serikat hanya meraih 67 poin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
Terkini
-
Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
-
Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar
-
Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan
-
KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA
-
Penampakan Mencekam Bendungan Bili-bili, 180 Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air