SuaraSulsel.id - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin mengaku akan mengumpulkan seluruh kepala desa di Sulawesi Selatan dalam waktu dekat. Untuk berdiskusi secara ilmiah soal program pemerintah untuk budidaya pisang.
Bahtiar mengatakan bahwa ada salah tafsir oleh beberapa kepala desa soal himbauan penggunaan dana desa untuk menanam pisang. Imbauan tersebut menurutnya bukanlah paksaan karena sifatnya tidak mengikat.
"Saya akan mengundang asosiasi kepala desa yang belum mendapatkan pemahaman soal budidaya pisang ini. Kita berdialog secara ilmiah, mencari solusi alternatif apa yang harus kita lakukan kepada masyarakat," ujar Bahtiar usai bertemu dengan Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia di kantor Gubernur Sulsel, Jumat (13/10/2023).
Sebelumnya, Bahtiar mengeluarkan surat edaran untuk kepala desa di Sulawesi Selatan agar 40 persen dana desa diperuntukkan budidaya pisang. Namun, menurutnya itu hanya imbauan karena sifatnya sekadar surat edaran dan tidak diatur di Perda.
Prioritas penggunaan dana desa tahun 2024 adalah pengentasan kemiskinan ekstrem, intervensi percepatan eliminasi TBC, ketahanan pangan nabati dan hewani, pencegahan narkoba, penurunan stunting, dana operasional pemerintah desa, dan optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional.
"Dan minimal 20 persen itu untuk ketahanan pangan, artinya bisa lebih. Jadi saya kira, saya terbuka untuk berdialog, berdiskusi. Ini semakin banyak perbedaan gagasan, justru semakin bagus. Jangan-jangan apa yang saya pikirkan, memang belum lengkap dan harus diperbaiki," jelasnya.
Ia menjelaskan, APBD Sulawesi Selatan tahun anggaran 2023 sebesar Rp10,1 triliun. Namun, anggaran sebesar itu belum menyelesaikan semua permasalahan sosial di daerah.
Sehingga harus ada solusi alternatif yang dilakukan untuk masyarakat. Bahtiar menambahkan program yang ada selama ini belum sepenuhnya mengatasi kemiskinan dan stunting.
"Faktanya hari ini stunting kita masih 27 persen dari target nasional 14 persen, kemiskinan 8 persen, kesenjangan ekonomi masih tinggi. Selama ini ada banyak (program) yang bagus, masalahnya yang sudah dilakoni belum mampu mengatasi ini. Sehingga sebagai pemimpin di sini, saya harus putar otak," ujarnya.
Bahtiar menegaskan ia tak hanya fokus untuk budidaya pisang. Tapi Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum itu juga menggenjot sektor peternakan dan perikanan.
"Di sektor peternakan kita mau tingkatkan produksi telur untuk mengatasi stunting. Rata-rata ibu hamil kita 50 ribu per tahun, kali seribu hari (dikasih makan), berarti kita perlu 500 juta per bulan. Ada telurnya tidak sebanyak itu?, butuh uang Rp1 triliun, ada duitnya tidak?," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Pertumbuhan dari Desa
-
BPBD Makassar Siapkan Satu Kontainer Masker Hadapi Kabut Asap
-
Remaja di Makassar Dibayar Rp100 Ribu Ikut Tawuran
-
Resmi Dicopot dari Jabatan Bupati Gowa, Husniah Talenrang Malah Bilang Begini...
-
Kualitas Udara Terus Memburuk, Sekolah di Sulsel Terancam Diliburkan