Pegawai Kantor Akuntan Publik, Muhammad Sanusi menjadi saksi dalam kasus dugaan tindak pidana dugaan korupsi PDAM Makassar, Kamis, 9 Juni 2023.
Sanusi bersaksi untuk terdakwa Haris Yasin Limpo dan Irawan Abadi. Sidang digelar secara terbuka di ruang Harifin Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar.
Sanusi mengaku pernah diminta oleh Direksi PDAM Makassar melakukan audit keuangan internal di PDAM Makassar tahun 2016.
Dari hasil audit, PDAM Makassar memperoleh laba tiap tahun berjalan, tapi utangnya juga cukup besar.
"Hasil laporan audit ada utang di akhir tahun 2015. Itu tampil di neraca. Totalnya (utang) Rp124 miliar," ujar Sanusi.
Di tahun 2016, PDAM mencatat laba tahunan Rp64 miliar, sementara saldo rugi Rp94 miliar. Kemudian, di tahun 2017 laba tercatat Rp75 miliar, dan saldo rugi Rp29 miliar.
"Di tahun 2018 ada laba Rp40 miliar dan saldo laba Rp72 miliar. Saldo laba ini merupakan kekayaan pemegang saham yang dibagi jadi deviden dan jaspro sehingga otomatis berkurang," jelasnya.
Ia mengungkap salah satu penyebab PDAM Makassar merugi karena tarif air terlalu murah. Sehingga tidak mencapai full cost recovery atau biaya operasionalnya tidak tertutupi.
Kendati demikian, kata Sanusi, hasil audit ini masih dalam kategori wajar. Sebab, PDAM Makassar masih memperoleh laba di tahun berjalan.
Baca Juga: Adik Menteri Pertanian Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi PDAM Makassar Rp20 Miliar
Seperti diketahui, Haris Yasin Limpo merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi di PDAM Makassar yang diduga merugikan negara sekitar Rp20 miliar.
Ia diduga bersama-sama dengan Direktur Keuangan pada masanya, Irawan, melakukan korupsi pada tahun 2016-2019.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone