Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Sabtu, 01 April 2023 | 16:01 WIB
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa saat menyatakan sikap tegas mengeluarkan mahasiswa yang terlibat tawuran, Jumat 31 Maret 2023 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Parahnya lagi, pelaku ini merupakan mahasiswanya dulu di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Itu mengapa Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia itu mengaku sangat kecewa dan sedih.

"Perasaan saya itu sedih karena salah asuhan saya ini. Masa anak sendiri (seolah) membunuh ibunya sendiri. Dan inilah banyak arahan untuk membebaskan," ungkapnya.

Menurut Jamaluddin, tidak ada niat sedikit pun bagi pihak kampus untuk mencelakai tujuh mahasiswa tersebut. Namun ini sudah keputusan bersama.

Apalagi provokator utama ini sebelumnya sudah pernah hampir DO karena kasus yang sama. Dulu, dia sempat dijatuhi sanksi skorsing karena kebijakan kampus.

Baca Juga: Unhas Tegaskan Tidak Akan Berdamai Dengan Mahasiswa Pelaku Kekerasan

"(Skorsing) harusnya dua semester tapi dikurangi satu semester. Kalian harus tahu, pelaku ini sudah dihukum. Lalu kemudian mengulangi perbuatannya," bebernya.

7 pelaku tawuran di Kampus Unhas ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Makassar, Senin 20 Maret 2023 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Lima Pelaku Belum Ditangkap

Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa lantas membentuk Satgas mengusut kasus ini. Investigasi disebut masih terus dilakukan.

Informasi terbaru, masih ada pelaku yang belum ditangkap. Ini merupakan pengembangan dari keterangan para tersangka.

"Dari hasil pengembangan, ada lima orang pelaku lagi dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Saya belum boleh sebut siapa orangnya," ujar Ketua Satgas Unhas, Prof Amir Ilyas.

Baca Juga: Kampus Unhas Dapat Intimidasi Untuk Bebaskan Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa

Kata Amir, kasus tawuran selama ini hanya diselesaikan secara internal. Itulah mengapa oknum mahasiswa tidak punya rasa takut melakukan kekerasan.

Load More