SuaraSulsel.id - Satreskrim Polrestabes Makassar telah mengamankan satu terduga pelaku pesta miras oplosan yang menewaskan 3 orang di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Terduga pelaku AF alias AQ (16 tahun), datang ke Mapolrestabes Makassar beserta orang tuanya. Setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Daya Makassar. Pasca minum alkohol murni dicampur minuman soda.
AF adalah pria dalam video viral yang melakukan aksi penganiayaan terhadap salah seorang rekannya sendiri berinisial AA (15 tahun). Korban AA meninggal pasca pesta miras oplosan.
"Pelaku yang ada di video viral itu sudah kita amankan inisial AF. Sementara yang lain masih dalam pemerikasaan karena masih sakit," kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Rabu (1/3/2023) malam.
Mengutip portalmedia.id -- jaringan Suara.com, Ridwan menjelaskan antara AF dan AA merupakan rekan tongkrongan yang kerap pesta miras secara bersama-sama.
Hal ini membantah pernyataan yang dilontarkan ibu AA. Di mana ibu AA yakni Rahmawati menyebut putranya hanya dipaksa minum.
"Sudah jelas mereka sering minum. Sudah tiga hari mereka meminum. Tiga tempat. Depan bengkel, sekolah, dan kos-kosan. Mereka pernah minum anggur merah juga sebelum minum oplosan. Mereka ini sudah sering pesta Miras seperti tuak atau ballo," beber Ridwan.
Konsumsi Miras Tiga Hari
Ridwan menjelaskan, Miras oplosan itu telah dikonsumsi para pemuda ini selama tiga hari berturut-turut. Hingga akhirnya berefek dan membuat tiga pemuda meninggal dunia.
Baca Juga: Kasatreskrim: Orang Tua Pelaku yang Cekoki Pelajar Dengan Miras Bukan Polisi
"Sebelum pesta Miras itu mereka sudah sering minum ballo (tuak). Pada tanggal 20 Februari AF ini menemukan alkohol 96% di sebuah rumah kosong. Dimana alkohol itu bekas (pencegahan) Covid-19 (digunakan untuk hand sanitizer)," kata Eks Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel.
Pada malam harinya para pemuda ini pun mengonsumsi alkohol murni itu dengan campuran minuman bersoda di sebuah bengkel tempat mereka biasa berkumpul. Tak sampai di situ, keesokan harinya pada 21 Februari, para pemuda ini lantas kembali membawa miras oplosannya ke sekolah lalu dikonsumsi kembali.
"Selasa itu minum di sekolah berjumlah 6 orang (tidak termasuk terduga pelaku penganiayaan). Selasa malam lanjut lagi di kosan, ada 12 orang dan di malam itu, disitulah ada video penganiayaan. Serta mengajak minum yang beredar di media sosial," ungkap Ridwan.
Polisi Bantah Dugaan Dicekoki Hingga Dugaan Anak Polri
Ridwan menegaskan, selama para pemuda itu secara bersama-sama melakukan pesta miras tidak ada unsur pemaksaan. Seperti isu-isu liar yang viral.
"Sehingga yang meninggal yaitu AA, RP, RF. Dirawat di rumah sakit ada 5 orang. Perkara ini kami menyimpulkan bahwa mereka bersama-sama pesta miras oplosan. Tidak ada mereka dipaksa minum atau dicekoki, seperti yang beredar itu," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin
-
Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen