Dalam pembelaannya di pengadilan, Oktar mengaku memiliki "hampir 1.000 pacar".
Dia membantah melecehkan mereka, malah menggambarkan dirinya memiliki "cinta yang meluap-luap untuk wanita".
Sebaliknya, salah satu wanita yang berbicara (tanpa nama) di persidangannya mengatakan Oktar telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan wanita lain. Ia seringkali memaksa mereka untuk meminum pil kontrasepsi.
Bahkan sekitar 69.000 pil kontrasepsi ditemukan di rumahnya, yang menurutnya di pengadilan digunakan untuk mengatasi gangguan kulit dan masalah menstruasi.
Tingkah lakunya telah membuatnya masuk penjara berkali-kali, tetapi sekarang dijatuhi hukuman lebih dari satu 8.000 tahun penjara yang akhirnya akan menutup kisah Adnan Oktar.
Edip Yuksel, seorang cendekiawan dan aktivis agama yang merupakan kolega Oktar di tahun 80-an mengatakan, penahanannya layak dilakukan setelah puluhan tahun melakukan kejahatan dalam "pemujaan gila"-nya.
"Dia adalah orang jahat yang menghancurkan banyak kehidupan pemuda yang sangat cerdas dengan potensi besar," katanya, dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (19/11/2022).
3. Buat Televangelisme Islam
Pada tahun 2011, Oktar mendirikan stasiun TV, A9 TV, yang disiarkan melalui internet dan jaringan kabel Turki.
Saluran tersebut, selain menjadi tuan rumah sejumlah film dokumenter karya Oktar, juga menjadi platform utamanya untuk menyiarkan televangelisme dengan merek pengkhotbah yang unik.
Televangelis Muslim telah ada selama bertahun-tahun dan bukanlah hal baru, tetapi metode presentasi Oktar cenderung lain.
Pertunjukannya menampilkan sejumlah wanita muda, yang akan membahas masalah terkini dan masalah agama dengan Oktar, serta menari mengikuti musik pop di sela-sela segmen.
Hal itu tentu belum pernah terjadi sebelumnya di dunia televangelisme Islam.
Oktar berulang kali menggunakan pembenaran Islam untuk penampilan yang tidak biasa dari rekan pembawa acaranya, yang tampak berpakaian minim daripada khotbah agama.
Ia juga menyatakan berpakaian "minim" tidak membuat mereka kurang Muslim.
Berita Terkait
-
Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota
-
Menara Galata Tampilkan Sejarah dan Daya Tarik Wisata Istanbul
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Tika Bravani dan Teuku Rifnu Wikana Bintangi Film Akal Imitasi, Angkat Realita Kecerdasan Buatan
-
Nongkrong di Warkop, Napi Korupsi Asal Sultra Langsung "Dibuang" ke Nusakambangan
-
KALLA Respons Rencana Aksi di Makassar: Dukungan Jangan Lewat Unjuk Rasa
-
Peringatan Keras Rektor Unhas Bagi 1.128 Pengawas UTBK: Sanksi Tanpa Toleransi
-
Kapan Pelantikan Rektor Unhas Periode 2026-2030? Begini Persiapan Panitia