SuaraSulsel.id - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK, menyatakan pentingnya memadukan riset dan bisnis agar setiap temuan atau inovasi bisa lebih bermanfaat bagi manusia.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang ke 62, di Graha ITS,Surabaya, Sabtu, 12 November 2022.
“Riset atau inovasi harus berhubungan dengan bisnis. Karena yang bisa mengkomersialkan sebuah riset atau inovasi adalah bisnis. Sehingga tanpa bisnis, riset tidak akan bisa berkembang dengan baik,” ungkap JK di hadapan undangan Dies Natalis ITS ke 62.
Pada kesempatan tersebut, JK mencontohkan Bill Gates, penemu Microsoft. Pria yang pernah menjadi orang kaya di dunia tersebut sukses ketika berhasil mengkomersilkan temuannya.
Padahal, lanjut JK, Bill Gates berkeliling menemui banyak orang untuk memperkenalkan temuannya kala itu. Namun tidak ada yang percaya.
“Tapi ketika melakukan pendekatan bisnis, akhirnya inovasinya dikenal banyak orang dan ternyata membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia,” ujar Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut.
JK menganjurkan agar ITS memulai sebuah tatanan baru dalam kampus teknologi di Surabaya tersebut. Yaitu, agar seluruh mahasiswa fakultas teknik ITS dibekali ilmu atau pengetahuan bisnis dan manajerial.
“Kira-kira untuk satu semester bisa diupayakan mahasiswa ITS belajar bisnis atau entrepreneurship. Dengan harapan semua riset atau penemuan itu bisa dikomersialkan,” tambahnya.
Yang penting, lanjut JK, temuan atau setiap inobvasi tersebut bisa bermanfaat bagi kemanusiaan.
Baca Juga: 5 Hal yang Wajib Dilakukan sebagai Seorang Perantau, Jangan Sampai Lupa!
“Sederhananya adalah bisa membuat lebih mudah, lebih murah, lebih cepat dan lebih baik bagi kehidupan manusia,” ujarnya.
Kekuatan keterpaduan antara inovasi, teknologi, dan bisnis dicontohkan oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut. Yakni fenomena banyaknya orang India yang menjadi CEO-CEO di bidang teknologi dan menjadi orang-orang hebat di seluruh dunia.
JK menyebut CEO Microsoft, CEO Google, CEO Twitter, Orang India, Perdana Menteri inggris, serta Wakil Presiden Amerika yang berasal dari India.
“Mereka yang memimpin teknologi dunia di bidang IT adalah semua orang India tamatan institute teknologi. Apa kuncinya, setelah lepas dari universitas teknologi, mereka masuk kampus-kampus besar yang berbasis bisnis. Sehingga berhasil mengatur itu semua,” beber JK.
Lebih jauh JK mengingatkan kepada almamater ITS agar lebih melek dalam mengamati teknologi yang terus berkembang pesat.
Paling tidak, JK menyebut tiga bidang yakni perkembangan tekonologi di bidang IT, kemudian teknologi di bidang kesehatan serta teknologi bidang sistem komputerisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar
-
Gubernur Sulsel Beri Bantuan Keluarga Ibu Helmi yang Viral Saat Penertiban di CPI
-
PMII Makassar Ancam Gelar 'Reformasi Total Jilid II', Ajak BEM dan Buruh Konsolidasi Besar-besaran
-
Update Terbaru SPMB Sulsel: Zonasi 2 Dibuka 17 Juni, Intip Syarat dan Kuota Barunya di Sini
-
100 Kader Posyandu Sulsel Dibekali 25 Keterampilan Dasar