SuaraSulsel.id - Percepatan pembangunan rel kereta api Sulawesi Selatan segmen III terus digenjot. Pengoperasian direncanakan dimulai pada bulan Oktober tahun ini.
Pekerjaan sudah pada tahap pemasangan jembatan baja di Kabupaten Maros. Sebelumnya, pemasangan direncanakan pada tanggal 24 Agustus 2022. Namun diundur karena masalah teknis.
"Kami terus menggenjot pengerjaan. Salah satunya pemasangan jembatan pada 24 Agustus lalu tidak dapat diwujudkan karena adanya faktor teknis," kata kepala BPKA Sulsel, Amanna Gappa, Rabu, 31 Agustus 2022.
Kata Amanna, persiapan pemasangan jembatan baja bakal kembali dilakukan, Rabu malam ini. Pihaknya sudah melakukan uji coba sepanjang 10 meter menggunakan peralatan hydrolic Launcher berkapasitas 250 ton.
"Alat itu mendorong beban jembatan baja 326 ton per 90 cm selama 3 menit," tambahnya.
Konsultan Supervisi Harry menambahkan, pihaknya kini punya cadangan Hydrolic Launcher termasuk motornya. Alat ini sebagai cadangan untuk mengantisipasi jika nanti pada saat proses pemasangan terjadi kendala.
"Sehingga pemasangan jembatan dapat terus dilakukan sampai selesai. Kemudian untuk generator set-nya sudah kita siapkan dengan kapasitas 250 kpa, lebih 125 kpa dari kapasitas jet tempur pendorong hydrolic yang dipersiapkan," jelasnya.
Persiapan pemasangan jembatan baja ini sudah bisa dilakukan dengan melakukan pengecekan terakhir terhadap struktur-struktur baja yang menjadi alas jembatan dan peralatan. Rencananya, jembatan akan dipasang mulai 23.00 Wita hingga pukul 04.00 Wita.
Selain itu, pemasangan jembatan baja ini sudah melalui tahapan-tahapan koordinasi bersama Dirlantas Polda, Polres, Dinas Perhubungan Kabupaten Maros dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Meringkus Komplotan Pencuri Spesialis Rel Kereta di Jember
Jalur poros Maros-Pangkep ataupun arah sebaliknya akan ditutup selama 5 jam. Petugas sudah menyiapkan jalur alternatif lain untuk kendaraan kecil.
"Semua koordinasi sudah kami lakukan, bahkan kami juga sudah paparan empat kali untuk memantapkan rencana pergeseran jembatan. Skema awal kendaraan non angkutan, dialihkan melalui jalan dekat kecamatan Lau kemudian memutar," ungkapnya.
"Kami juga menghimbau untuk menunda terlebih dahulu perjalanannya terutama pada saat pergeseran jembatan. Kemudian untuk emergency seperti mengakomodir ambulance dan kendaraan kecil lainnya, kami juga sudah menyiapkan escape road," kata Harry.
Kegiatan uji coba pergeseran sudah dilaksanakan sehari sebelumnya. Untuk saat ini, rencana pergeseran dinyatakan aman.
"Sehingga diharapkan pada saat pemasangan tidak terjadi masalah apapun. BPKA Sulsel berharap kepada seluruh unsur masyarakat untuk mendukung percepatan pembangunan jalur kereta api dapat selesai sesuai dengan rencana," ungkapnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Viral, Pelesetkan Ayat Al-Qur'an Saat Live Facebook, Dua IRT di Bulukumba Diciduk Polisi
-
5,3 Juta Orang Diprediksi Masuk Sulsel, Tujuh Masjid Disiapkan Tampung Pemudik
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?