"Polisi dulu tidak punya rumah tetap. Pindah sana-sini," ungkapnya.
Setelah kantor Polsek dipindahkan, ayahnya bermohon ke Polda Sulsel agar rumah itu bisa dihibahkan secara pribadi. Nurhayati tidak ingat betul, tahun kapan permohonan itu disetujui.
"Dan ternyata disetujui saat itu saya lupa waktunya. Kami lalu pindah ke sini dan sekarang sudah menetap sejak tahun 60-an atau 70-an," ungkap ibu dari empat anak tersebut.
Ia berujar pernah ada yang menawar rumahnya. Nilainya fantastis sampai Rp2 miliar. Namun, ia menolak.
Baca Juga: ITB Ditunjuk Pimpin Riset Pengembangan Kereta Api Ringan Hybrid dan Cerdas
Ia mengatakan masih pikir-pikir. Sebab rumah itu punya nilai sejarah. Kalaupun mau dijual, setidaknya lebih dari Rp2 miliar.
"Saya mungkin sepakat kalau Rp3,5 miliar," ujarnya sambil berkelakar.
Stasiun Jongaya dan stasiun Takalar adalah dua bangunan bekas kereta api di Sulawesi Selatan yang masih tersisa. Dua stasiun ini menjadi jejak sejarah adanya peradaban transportasi massal di daerah ini.
Kereta api bukan lah barang baru di pulau Sulawesi. Jauh sebelum Indonesia merdeka, moda transportasi ini ternyata sudah beroperasi di Sulawesi Selatan.
Studi kelayakan pembangunan kereta api di pulau Sulawesi sudah dimulai sejak tahun 1915 oleh pihak swasta. Namun karena dianggap tidak akan membawa keuntungan bagi investor, pemerintah Hindia Belanda pun mengambil alih.
Baca Juga: Hari Anak Nasional, KAI Ajak Siswa Berkenalan dengan Transportasi Kereta Api
Proyek diawali dengan membangun trem uap di sekitar pelabuhan Kota Makassar. Lokomotif yang dipakai diangkut secara khusus dengan kapal KPM dari Jawa.
Berita Terkait
-
Puncak Arus Balik Kereta Api 6 April 2025, PT KAI Imbau Ini untuk Pemudik
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2025 dengan Penumpang Kereta Api Diprediksi Terjadi Besok
-
Puncak Arus Balik Angkutan Kereta Api Diproyeksikan pada 6 April
-
Sejumlah 3.872.675 Tiket Kereta Api Terjual untuk Arus Mudik dan Balik
-
Gegara WFA, KAI Klaim Kondisi Arus Balik Penumpang Kereta Api Tak Alami Kepadatan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka