SuaraSulsel.id - Pekan Raya Kota Makassar di CCC diwarnai kekecewaan. Sejumlah pihak mengaku sangat dirugikan dengan event tersebut.
Bagaimana tidak. Pengunjung sudah membeli tiket untuk menonton band kesayangan mereka, Tipe-X. Namun, pada hari yang telah ditentukan, panitia mendadak membatalkan penampilan dari Tresno Riadi dan kawan-kawan.
"Tolong pak wali kota. Saya sudah beli tiket jauh hari untuk menonton band kesayangan saya. Namun ternyata dibatalkan oleh panitia secara mendadak," tulis salah satu akun di instagram, Minggu, 3 Juli 2022.
Ada juga yang sudah jauh-jauh dari Kota Palopo untuk menantikan penampilan band kesayangannya. Mereka rela berkendara roda dua selama delapan jam demi Tipe-X.
"Tapi ternyata jadi korban event yang tidak jelas. Sangat tidak profesional," keluh salah satu akun.
Tipe-X sendiri dijadwalkan tampil 3 Juli 2022, malam. Band beraliran ska beranggotakan enam orang ini adalah bintang tamu utama pada perhelatan tersebut.
Namun, pada saat hari yang telah ditentukan, panitia tiba-tiba membatalkan penampilan mereka.
Ketua Panitia PRKM Andi Muhammad Ismail mengaku ada miss komunikasi antara panitia dan bintang tamu. Ia meminta agar para pengunjung tak khawatir. EO akan melakukan refund tiket untuk penampilan Tipe-X.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami akan bertanggung jawab untuk tiket yang sudah terjual," ujarnya.
Baca Juga: PSM Makassar Ingin Lawan Kutukan Kalah Melawan Borneo FC
Begitupun dengan Tipe-X. Menurut Ismail, panitia akan berkoordinasi dengan manajemen Tipe-X untuk menghadirkan mereka di event lainnya.
"Kami sudah koordinasi untuk mereschedule jadwal show mereka. Kami mohon maaf," ungkapnya.
Sementara, personel Tipe-X Arie Hardjo mengaku panitia PRKM tak bertanggungjawab atas event yang mereka gelar. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap panitia di akun instagramnya.
Sedianya, Tipe-X juga sudah mengagendakan agar bisa meet and greet dengan para fansnya di Sulawesi Selatan. Namun, terpaksa dibatalkan.
"Dengan berat hati kami harus umumkan bahwa Tipe-X batal tampil di acara Pekan Raya Makassar dikarenakan pihak panitia tidak dapat memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan. Untuk kalian yang sudah membeli tiket, silahkan menghubungi panitia untuk proses pengembalian uang atau refund," tulis akun Tipe-X di instagramnya.
Akibat kejadian itu, akun Pekan Raya Kota Makassar diserang oleh warganet.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan, Pekan Raya Kota Makassar bukan kegiatan pemerintah. Kegiatan tersebut digelar oleh pihak swasta.
Kata Roem, PRKM sesuai dengan permohonan izin yang masuk di pemerintah kota Makassar dilaksanakan oleh Sulapa Event Production.
Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan PRKM menjadi tanggung jawab pihak pelaksana yaitu Sulapa Event Production.
“Saya sebagai perwakilan pemkot Makassar menyatakan tugas kita memberikan izin kegiatan. Kegiatan ini bukanlah kegiatan dari Pemerintah Kota Makassar. Melainkan event mandiri yang dilaksanakan oleh Sulapa Event Production dan kami diundang menghadiri pembukaan oleh panitia beberapa waktu lalu,” ucap Roem.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Trenggono Skakmat Purbaya: Yth Menteri Keuangan, Supaya Anda Paham dan Cerdas..
-
Ilmuwan Unhas Gunakan Lalat Buah untuk Perang Melawan Kanker dan Virus
-
Sudah 34 Tahun, Penjual Kambing di Trotoar Ditertibkan Pemkot Makassar
-
DPRD Pilih Kepala Daerah: Benarkah Lebih Efisien, Atau Hanya Memindahkan Ruang Transaksi Politik?
-
Pedagang Bisa Dipidana Lima Tahun Jika Naikkan Harga Jelang Ramadan