SuaraSulsel.id - Riska Wahyuni, warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku jadi korban penganiayaan dua anggota polisi. Kedua terduga pelaku disebut bersaudara.
Riska dipukul dan dibanting meski sedang hamil empat bulan. Permasalahannya karena sengketa rumah.
"Kami masih punya hubungan keluarga tapi memang tidak akur. Adik-kakak yang pukul saya," ujarnya saat dihubungi, Rabu 22 Juni 2022.
Riska mengaku penganiayaan itu terjadi di rumah orang tuanya di Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba pada 22 Mei lalu.
Saat itu, Riska sedang mengunjungi rumah orang tuanya di Kajang. Rumah itu adalah peninggalan ibunya yang sudah meninggal.
"Sementara bapak yang tempati selama ini sudah menikah lagi dan pindah. Jadi saya anggap itu rumah adalah hakku sebagai anak," ujar Riska.
Namun, tiba-tiba ia didatangi oleh pelaku IE dan IS, saudaranya. Pelaku langsung memukul, menampar, dan membanting Riska.
Terduga pelaku mengaku sudah membeli rumah tersebut dari ayah korban. IE meminta agar korban meninggalkan rumah itu karena sudah tak berhak.
"Saya dipukul, ditampar dan dibanting padahal saya lagi hamil. Baju saya masih ada darahnya. Saya hamil dibanting, sakitnya," ujar Riska.
Baca Juga: 10 Negara dengan Aturan Cuti Melahirkan Terbaik Untuk Suami di Dunia
Usai kejadian itu, Riska lalu menuju rumah sakit untuk melakukan visum. Ia juga langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi, tapi baru diproses setelah kasusnya viral.
Riska mengupload kronologi yang menimpanya di media sosial. Bahkan meminta tolong ke Kapolri.
"Kemarin baru gelar perkara tapi saya lihat sudah surat perintah penahanannya. Saya berterima kasih ke Polres Bulukumba karena kasus ini sudah diatensi," ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Bulukumba AKP Muhammad Yusuf mengaku kasus ini sudah dalam tahap penyelidikan sejak tanggal 30 Mei. Pihaknya memang butuh waktu untuk meminta keterangan para saksi dan terlapor.
"Kita profesional. Bukan karena terduga pelaku adalah polisi jadi tidak diproses. Sementara lidik," ujarnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
-
12 Fakta Kematian Bripda Dirja Pratama
-
Misteri Darah di Mulut Bripda Dirja Pratama Terjawab, Senior Resmi Tersangka
-
Nasaruddin Umar Ungkap Pernah Serahkan 'Pemberian' ke KPK di Masa Lalu
-
Jejak Karier AKP Arifan Efendi, Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Rp13 Juta Dari Bandar