Kepala BNPB mengatakan bencana gempa di Sulbar yang melanda Kabupaten Mamuju dan Majene, telah melalui tanggap darurat selama satu pekan sejak 8 Juni hingga 14 Juni 2022, dan salah satu fungsinya, mendata rumah rusak akibat gempa agar dapat ditangani dan diberikan bantuan.
BNPB pusat juga memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp1 miliar untuk penanganan bencana gempa di Sulbar. Bantuan tersebut diserahkan kepada pemerintah Sulbar Rp250 juta.
Kemudian untuk Polda Sulbar Rp100 juta, untuk Danrem 142 Tatag Mamuju Rp150 juta, dan pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene masing masing Rp Rp250 Juta.
Perkuat koordinasi
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Akmal Malik mengatakan kehadiran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat Letnan Jendral (Letjend) TNI Suharyanto akan memberikan kekuatan bagi masyarakat Sulbar menghadapi bencana gempa.
"Kehadiran Kepala BNPB pusat yang mengunjungi ribuan pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, akan menjadi kekuatan dan semangat serta harapan bagi masyarakat menghadapi bencana gempa ini," katanya.
Masyarakat Sulbar masih dalam kondisi trauma akibat bencana gempa, yang terjadi pada 15 Januari 2021 yang lalu.
"Masyarakat Sulbar masih dihantui peristiwa gempa 15 Januari 2021, sehingga panik dan mengungsi di ketinggian di Kota Mamuju, ketika terjadi gempa magnitudo 5,8 ini," katanya.
Menurut dia, masyarakat di Sulbar mesti diberikan edukasi dalam menghadapi bencana karena Sulbar merupakan wilayah yang seringkali dilanda bencana seperti gempa banjir dan tanah longsor.
Baca Juga: 22 Tenda Darurat Dibangun di Salunangka, Terdampak Gempa Mamuju Cukup Parah
Pemerintah Sulbar telah membentuk satgas penanggulangan bencana gempa 5,8 magnitudo dan satgas tersebut akan bekerja cepat melakukan pendataan rumah warga yang rusak.
Pemerintah Sulbar juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene dalam upaya penanggulangan gempa dan untuk mempercepat pendataan warga yang rumahnya rusak, sehingga mereka cepat mendapatkan bantuan.
"Yang terpenting saat ini adalah menjaga kebersamaan, jaga kekompakan seluruh masyarakat Mamuju bersama pemerintah, menghadapi bencana gempa ini," katanya lagi.
Pemerintah Sulbar akan terus bersama masyarakat,memberikan yang terbaik dalam membantu penanganan bencana bagi para pengungsi.
Berdasarkan data pemerintah, gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengakibatkan sebanyak 17 warga mengalami luka berat, ringan dan sedang, selain itu 75 rumah warga mengalami kerusakan di Kabupaten Mamuju dan Majene.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar
-
Lokasi PSEL Makassar Dievaluasi Ulang ?
-
Warga Makassar Heran Tagihan Listrik Naik Drastis Padahal Sering Mati Lampu
-
Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu
-
Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP