SuaraSulsel.id - Unjuk rasa menolak Pejabat Bupati Buton Selatan La Ode Budiman di Kantor DPRD Buton Selatan berlangsung ricuh.
Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, peserta aksi marah dengan sikap Anggota DPRD La Hijira. Karena menolak menandatangani dukungan terhadap tuntutan massa.
Massa membanting meja dan mendatangi anggota DPRD dari partai Golkar itu. Aksi tersebut kemudian membuat demonstran lainnya ikut membanting meja sidang.
Suasana pun semakin tak terkendali. Beruntung, porsenil Satpol PP yang sejak awal mengawal jalannya aksi berhasil mengamankan kericuhan.
Kericuhan kembali terjadi, ketika La Hijira memutuskan untuk meninggalkan jalannya pertemuan.
Massa yang geram kemudian kembali mengejar mantan Ketua Pansus DPRD Buton Selatan itu. Aksi saling kejar hingga keluar kantor pun terjadi.
Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap mantan Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani yang dianggap gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.
Pengunjuk rasa mengatakan, hampir setiap minggu pelantikan pejabat dilakukan. Bahkan terdapat beberapa Kepala Dinas hanya menjabat selama tiga hari.
Tak hanya itu, jabatan-jabatan pada lingkup birokrasi maupun non birokrasi dijabat oleh istri, anak, adik, ipar dan sepupu Arusani.
"Kalau saudara Arusani itu 100, jangan harap bapak-bapak ini (anggota DPRD), akan duduk di sini. Makanya kami jenuh kalau iparnya (La Ode Budiman) yang jadi Pj di Busel ini," terang salah satu peserta aksi perwakilan Kecamatan Sampolawa, Azwan.
Berbeda dengan La Ode Aliyamin. Kata dia, sejak proses seleksi Sekda, La Ode Budiman juga belum layak menduduki jabatan itu. Bagaimana tidak, dirinya belum melampaui dua tahun menjabat sebagai pejabat eselon dua atau kepala dinas.
"Kasus ini masih bergulir. Seharusnya ada dulu kepastian hukum baru Mendagri bisa menunjuk dia sebagai Pj," terangnya.
Tuntutan massa ini mendapat respon baik dari 11 anggota dari 20 anggota yang hadir. Mereka diantaranya, Wakil Ketua, Aliadi (Hanura), La Opo (PKB), Wa Kodu (PPP), La Ode Amal (Hanura) Ashadin (Nasdem), Alyamin (Demokrat), La Hijira (Golkar), La Nihu (Golkar), La Ishaka (Hanura), Lismayarti (PKS) dan La Saali (Hanura).
Mereka bersepakat melanjutkan hasil pertemuan DPRD bersama rakyat ke gubernur dan Kemendagri perihal menolak La Ode Budiman yang tidak lain adalah Sekda Busel menjabat sebagai Pj.
"Jadi jumlah anggota DPRD yang menolak berjumlah 12 orang. Karena Aliyamin (Demokrat) dan Arlin (Demokrat) sudah sampaikan bahwa mendukung penolakan itu," tutup Aliadi.
Sebelum membubarkan diri, massa melakukan sidak di Rujab Bupati Buton Selatan yang terletak di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga. Mereka ingin membuka atribut mantan Bupati Arusani yang masih terpajang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Ditolak BPJS, Pemkot Makassar Beri Anggaran Khusus untuk Korban Begal dan Tawuran
-
Warga Tamalanrea Melawan: Tolak PLTSa di Tengah Pemukiman
-
Bukan APBD, Ternyata Ini Sosok di Balik Fasilitas Helikopter Gubernur Sulsel
-
Andi Sudirman: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
-
Kali Wanggu Meluap, 317 Warga Kendari Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat