SuaraSulsel.id - Himpunan Mahasiswa, Pemuda Batauga (HIMPETA) berunjuk rasa di kantor Bupati Buton Selatan. Saat Anggota Kosubga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkunjung.
Pengunjuk rasa kesal. Karena tidak bisa bertemu Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi.
Kericuhan pun terjadi ketika massa ingin menerobos masuk ke dalam Kantor Bupati. Bertemu Tim Kosubga KPK RI dan Bupati Arusani. Namun Satuan Polisi Pamong Praja menutup pagar gerbang.
Mengutip telisik.id -- jaringan Suara.com, massa yang ngotot kemudian bergerak ke samping kantor. Namun upaya itu kembali gagal. Aksi saling dorong pagar pun kembali tak terhindarkan.
Massa yang kesal akhirnya menutup semua pagar yang digunakan sebagai akses masuk dan keluar pegawai. Agar Tim Kosubga KPK juga tidak bisa keluar dari Kantor Bupati.
Kericuhan kembali terjadi ketika salah satu peserta aksi yang ingin masuk ke dalam Kantor Bupati dipukul Anggota Satpol PP. Massa aksi yang tak terima dengan itu kemudian memaksa masuk ke dalam Kantor Bupati. Kericuhan pun kembali terjadi.
"Tujuan kami bertemu Kosubga KPK ini untuk berdiskusi. Sembari menyerahkan data terkait dugaan pelanggaran terjadi Busel," kata Ketua Himpeta, La Ode Jurdin, Kamis 28 Oktober 2021.
Adapun kasus yang telah diinventarisir, lanjut dia, terkait pembangunan dermaga di Kelurahan Busoa, Kecamatan Batauga, yang hingga kini tak diketahui siapa pemiliknya.
Padahal terdapat anggaran daerah sebesar Rp50 juta dalam pembangunan dermaga tersebut.
Baca Juga: Balas Kritik Soal Raker di Jogja, Pimpinan KPK Sebut Eks Pegawai juga Pernah Ikut
Kemudian soal ganti rugi lahan Pemda di Kelurahan Bandar Batauga yang terkesan diskriminasi. Pengunjuk rasa menuding Pemda Buton Selatan hanya mengganti lahan milik Ketua DPRD Busel, La Ode Armada yang tidak lain adalah adik Bupati Busel, La Ode Arusani.
Sementara pemilik lahan lainnya hanya dikenakan ganti rugi tanaman.
"Ini sangat diskriminasi sekali. Harusnya pemerintah itu berpihak kepada rakyat. Tapi yang terjadi hanya memperkaya diri sendiri. Coba penegak hukum cek bangunan itu, lahannya milik siapa? karena itu dibeli gunakan uang daerah," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Cuaca Ekstrem Terjang Makassar, 19 Rumah dan Satu Mobil Rusak
-
Berapa Jumlah Pajak Warga Sulsel Sepanjang 2025? Ini Data Perpajakan
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Malam Pintu Langit Dibuka
-
Tawuran Lagi! Satu Warga Tewas di Makassar
-
Jokowi Turun Gunung untuk Demi PSI: Saya Masih Sanggup Sampai Kecamatan!