SuaraSulsel.id - Camat, lurah, hingga para ketua RT/RW di Kota Makassar diminta mengambil langkah cepat dalam pencegahan penularan COVID-19 setelah varian Omicron secara nasional meningkat.
"Kasus COVID-19 khususnya Omicron secara nasional meningkat dan ini harus kita antisipasi agar penularan tidak meningkat drastis di Makassar," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Jumat (4/2/2022).
Ia mengatakan seluruh jajaran di kecamatan hingga tingkat RT/RW agar meningkatkan edukasi dan ajakan untuk vaksinasi, baik yang belum vaksinasi maupun melengkapi dosisnya, yakni dosis kedua.
Menurut dia, penularan Omicron bisa dicegah jika masyarakat telah menyelesaikan vaksinasinya, termasuk menjaga diri dan keluarga, melalui penerapan protokol kesehatan.
"Solusi yang harus dilakukan adalah vaksinasi lengkap kalau dalam satu rumah ada satu orang saja yang vaksin itu sama saja tidak berguna, harus lengkap dua dosis," katanya.
Danny juga meminta seluruh tim detektor untuk turun langsung menyosialisasikan serta mengampanyekan vaksinasi 100 persen lengkap.
Pembentukan Dokter Kelas
Untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, ia memerintahkan Kadis Pendidikan Muhyiddin membentuk dokter kelas di setiap sekolah.
"Kalau ada teman kelasnya tidak masuk sekolah, langsung dilaporkan ke 'command center', supaya diperiksa di rumahnya. Tim Raika berfungsi maksimal lagi sekarang. Tim 3T, untuk 'Covid Hunter' kita perbaiki termasuk vaksinator juga akan diperbaiki lebih cepat," katanya.
Ahli epidemiologi Unhas Ansariadi mengatakan hasil studi baru menjelaskan virus varian Omicron banyak tinggal di tenggorokan, walaupun tidak seperti varian Delta, yang menjangkiti paru-paru namun, masyarakat tidak boleh lengah.
"Perlu ada penekanan vaksinasi, karena dampaknya jauh lebih berat dari mereka yang sudah divaksin. Seiring berjalan waktu, kalau sudah 24 bulan efektifnya akan berkurang sampai 49 persen," katanya.
Ia menambahkan bahwa studi mengatakan kalau ditambah dengan vaksinasi penguat akan bertambah lagi imunitas seseorang.
"Suntikan ketiga yakni 'booster'' (penguat) naik sekitar 80 persen, tahan terhadap Delta dan Omicron. Sudah diteliti tidak usah khawatir, karena memberi perlindungan yang cukup bagus," ucapnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Makassar Dikepung Banjir, 545 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Rekan Lionel Messi Akhirnya Debut! Girang Sentuh Rumput JIS Bareng Persija Jakarta
-
Susah Payah Kalahkan PSM, Mauricio Souza Was-was Rumput JIS Bisa Bikin Persija Ketiban Sial
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?
-
Ini 'Harta Karun' Penyumbang Terbesar Pajak di Sulawesi Selatan
-
500 ASN Pemprov Sulsel Siap Jadi 'Tentara Cadangan'
-
Pria di Gowa Tega Cabuli Mertua Sendiri Jelang Sahur, Naik ke Atap Rumah Saat Ditangkap