Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Jum'at, 28 Januari 2022 | 12:48 WIB
Pedagang menata minyak goreng kemasan di tokonya di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (26/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Andri menegaskan sebenarnya tidak ada kelangkaan minyak goreng, termasuk di Sulsel. Hanya saja ditarik sementara untuk penyesuaian harga.

Namun setelah itu, distributor kembali melakukan penyaluran sesuai permintaan pasar.

"Kita masih bisa penuhi sesuai permintaan dari toko. Jadi sebenarnya tidak ada kelangkaan. Cuma memang ada instruksi pemerintah, jadi kita terpaksa tarik dari toko," bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo menegaskan tak ada penimbunan minyak goreng. Distributor hanya ingin ada rafaksi sehingga stok yang ada di pasaran berkurang.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Pasokan Minyak Goreng Murah Masih Aman

Ia menambahkan mulai hari ini, distributor sudah sepakat untuk kembali menyuplai minyak ke toko. Sehingga dipastikan stok minyak goreng dengan harga Rp14 ribu di Sulsel akan kembali normal.

"Mulai per 1 Februari itu stok sudah aman dengan harga Rp14 ribu. Mereka semua sudah sepakat. Mereka juga sudah hitung barang-barangnya yang sudah ditarik dan akan disalurkan," kata Ashari.

Ia meminta masyarakat untuk tidak perlu panik. Stok yang ada, kata Ashari, akan kembali normal.

Memang, katanya, kondisi di lapangan yakni ritel dan toko modern sudah menggunakan satu harga sesuai kebijakan pemerintah. Namun akibat adanya panic buying, pembelian masih dibatasi. Satu orang hanya boleh mendapat jatah dua liter.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga: Asosiasi Penghulu Minta Peraturan Daerah Tentang Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan

Load More