SuaraSulsel.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berbagi konsep pembangunan dan pengalaman kepemimpinan yang dijalankan saat ini kepada sejumlah masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Ada hal yang harus dibicarakan secara terus terang bahwa sebenarnya tidak ada hal yang dibahas tidak terbuka, semua bisa kita bahas," tutur Anies saat safari politik menghadiri diskusi digelar Partai NasDem di Hotel Claro Makassar, Sabtu 22 Januari 2022.
Menurut dia, untuk kepentingan nasional harus dirumuskan secara jelas, jangan terombang-ambing, baik menyangkut masalah investasi, tanah, dan lainnya.
Terkait permasalahan apa pun di Jakarta, baik perusahaan, tanah, bahkan teknologi, kata dia, harus bisa dibahas bersama melalui dialog agar tercipta solusi. Masyarakat Indonesia tentu punya sifat itu.
Begitu pula soal pertanyaan bagaimana ia akan menghargai kebebasan. Ini menjadi komitmennya dalam menjalankan roda pemerintahan di Jakarta.
"Alhamdulillah, sudah empat tahun bekerja, jadi kalau ada pertanyaan menghargai kebebasan, saya sudah jalankan itu empat tahun. Harapan kita ke depan agar yang sudah dikerjakan, meski saya tinggal delapan bulan di Jakarta, Oktober nanti tuntas," paparnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang digadang-gadang maju sebagai Calon Presiden 2024 itu mengemukakan. Setelah selesai memimpin Jakarta, pihaknya akan melaporkan kepada seluruh masyarakat apa saja yang sudah dilakukan selama ini sebagai pemimpin.
"Kita ingin ke depan, apa yang sudah dikerjakan, didoakan. Insyaallah, saya hanya delapan bulan lagi di Jakarta, bulan Oktober 2022. Kalau bulan Oktober tuntas, saya akan bisa melapor kepada seluruh orang yang memilih dan mendoakan saya," katanya.
Diskusi menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, simpatisan, kader dan jajaran petinggi Partai Nasdem Sulsel. Diskusi dipandu Pengurus Partai NasDem Sulsel, Arum Spink sebagai moderator. (Antara)
Baca Juga: Nomor Kontak Bantuan Pengawalan Mobil Jenazah dan Ambulans di 24 Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan
Kegiatan Anies Baswedan di Makassar
Setelah cukup lama Gubernur Anies Rasyid Baswedan tak berkunjung ke Makassar karena menjalani "tahanan kota" selama menjabat Gubernur DKI. Pada 21 dan 22 Januari 2022 menjadi momentum kembalinya Anies Rasyid Baswedan ke Kota Makassar.
Anies ke Makassar memenuhi undangan Nurdin Halid, tokoh Golkar yang juga tokoh koperasi Indonesia yang secara khusus meminta Anies Rasyid Baswedan menjadi saksi pernikahan putra Nurdin Halid.
Momentum kehadiran Anies di Makassar disambut luar biasa. Meski pun kurang dari 24 jam di Makassar, Anies tercatat menghadiri 7 agenda penting di Makassar dengan sambutan yang sungguh spektakuler.
Mendarat pukul 18.55 Wita, Anies langsung digiring ke Jalan Mapala. Kediaman Nurdin Halid menghadiri acara "mappacci". Sebuah ritual penting dalam budaya Bugis Makassar menyambut pernikahan.
Di Jalan Mapala, Anies bertemu sahabatnya sesama mantan Menteri, Andi Amran Sulaeman. Kemudian mengundang Anies secara khusus menikmati kuliner Pallu Basa di AAS Building.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Cerminkan Kinerja dan Fundamental Kuat
-
BRI Ekspansi ke Timor Leste, Pegadaian Siap Layani UMKM
-
Kabid Propam Polda Sulsel Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga 'Bekingi' Sengketa Lahan
-
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa
-
Ditolak KUA, Ayah Tetap Nikahkan Anak di Bawah Umur dengan Pria 71 Tahun di Luwu