SuaraSulsel.id - Surat Keputusan Presiden RI Joko Widodo memberhentikan Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulawesi Selatan sudah di tangan pimpinan DPRD Sulsel.
Pemberhentian Nurdin Abdullah menyusul ditandatanganinya surat pemberhentian oleh Presiden RI Joko Widodo.
Kepres bernomor 9/P/tahun 2022 itu dikeluarkan sejak tanggal 12 Januari 2022. Namun baru diserahkan ke Pemprov Sulsel pada 19 Januari 2022.
Dalam dokumen itu juga terlampir salinan atau petikan putusan pengadilan yang sudah inkrah. Sebagai dasar diterbitkannya Kepres pemberhentian Nurdin Abdullah. Rencananya, rapat paripurna pemberhentian akan digelar Senin, 24 Januari 2022.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel Ady Ansar mengaku rapat koordinasi dengan pimpinan fraksi dari partai lain sudah dilakukan. Mereka sepakat rapat paripurna untuk pemberhentian Nurdin Abdullah digelar pekan depan.
"Karena ini kan mendesak ya. Harus ditindaklanjuti dalam 10 hari setelah Kepres terbit," kata Ady, Kamis, 20 Januari 2022.
Ia mengaku rapat paripurna itu akan menetapkan pemberhentian Nurdin Abdullah secara tetap. Kemudian menunjuk Andi Sudirman Sulaiman sebagai pelaksana tugas sekaligus pemberhentian sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Setelah itu, hasil paripurna DPRD Sulsel akan kembali disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri.
Untuk seterusnya disampaikan ke Presiden RI untuk dikeluarkan Kepres. Kepres ini nantinya yang akan mengatur soal pelantikan Andi Sudirman Sulaiman sebagai gubernur definitif.
Baca Juga: Andi Sudirman Luncurkan Aplikasi e-Sejutaikan, Permudah Urusan Eksportir Perikanan
Selama Kepres untuk pelantikan sebagai gubernur defenitif belum keluar, Andi Sudirman Sulaiman masih berstatus sebagai pelaksana tugas.
Prosedur tersebut didasarkan pada pasal 78 UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda dan Pasal 173 UU tahun 2016 tentang Pilkada.
Sebelumnya, Nurdin Abdullah diberhentikan dari jabatan Gubernur Sulsel melalui Kepres setelah diduga menerima gratifikasi dan memberi suap terkait proyek infrastruktur di Sulsel.
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar memberikan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider 4 bulan. Ia juga dikenakan pidana pengganti Rp3 miliar dan 350 ribu dolar Singapura.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah