SuaraSulsel.id - Puluhan mahasiswa di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan salah satu klinik kecantikan. Mereka menduga klinik itu tidak mengantongi izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Semua mahasiswa yang melakukan aksi tersebut adalah lelaki. Salah satu demonstran bahkan meminta agar klinik itu ditutup.
Mereka juga sempat bersitegang dengan salah satu karyawan klinik tersebut. Namun tak diketahui para mahasiswa ini berasal dari kampus mana.
Videonya viral di media sosial saat akun @Palopo_info membagikannya di facebook dan instagram. Video itu bahkan dibagikan dan dikomentari oleh ribuan orang.
Namun dari sekian banyak yang berkomentar, tidak ada yang mendukung aksi mahasiswa tersebut. Mereka malah jadi bahan tertawaan warganet.
Salah satu akun @armandharmawan_ misalnya, menulis bahwa mahasiswa ini kurang kerjaan. Mereka harusnya mengkritik kebijakan pemerintah, bukan soal kecantikan.
"Dunia politik sosial sudah tidak menarik lagi bagi mahasiswa. Mereka lebih peduli soal kecantikan. Sudah bosan kritik pemerintahkah?," tulis akun tersebut.
Warganet lainnya menyarankan agar mahasiswa itu sebaiknya mendemo pemerintah. Soal harga minyak goreng yang mahal sekarang ini. Bukan malah sibuk mengurusi kecantikan.
"Harga minyak goreng tidak masuk akal saat ini, malah mahasiswa lebih peduli kecantikan," kata akun lainnya @kata.jaka.
Baca Juga: Warga Palopo Resmi Tuntut KFC Rp4 Miliar, Karena Pesanan Burger Tidak Sama Dengan Gambar
Namun setelah ditelisik, ternyata aksi tersebut diduga ditunggangi oleh salah satu mantan karyawan klinik yang dipecat.
Akun instagram klinik tersebut bernama @resty_aesthetic_klinik mengonfirmasi bahwa karyawan itu terpaksa diberhentikan karena menggelapkan dana klinik. Ia juga diminta untuk mengganti rugi dana yang ditilep.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Pertemuan Buntu, Mahasiswa Luwu Ancam Kembali Blokade Trans Sulawesi
-
Kaesang Tegas Tolak Laporan ABS, PSI: Struktur Partai Jadi Kunci Kemenangan 2029
-
Prof. Morten Meldal Tantang Peneliti Unhas Lahirkan Inovasi Berkelanjutan
-
Luwu Raya Siap Jadi Provinsi? Sekda Sulsel Telpon Dirjen Otonomi Daerah
-
Kenapa Karta Jayadi Belum Kembali Jadi Rektor UNM? Ini Jawaban Mendiktisaintek